Delik28/Cianjur – Menebar cahaya Ramadhan dengan ilmu agama, memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan memeriahkan bulan Suci Ramadhan, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) dan Badan koordinasi Pemuda remaja Masjid (BKPRMI) suskes menggelar 5 hari Pesantren Kilat (Sanlat) di Masjid Nurul Iman di Desa Pasawahan Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur dengan melibatkan Dewan Masjid Indonesi (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi lainnya, hingga universitas untuk memberikan bimbingan dan pengajian agama Islam secara moderen.
Agar Pesantren Kilat Ramadhan lebih terarah dan menarik, diambil tema yang sesuai dengan tujuan kegiatan, tema ini telah membantu menyusun materi, metode pembelajaran, serta rangkayan acara agar lebih efektif dan berkesan bagi peserta.
Sanlat yang telah digelar 5 hari sejak tanggal 17 hingga 21 Maret 2025, setiap pukul 12,30 s/d 16,00, telah berjalan sesuai dengan rangkayan kegiatan sebagai berikut:
1.Fiqih, adab dan akhlak
2.Dzuhur dan Asyar berjamaah
3.Tadarus Al – Qur’an
4.Solidaritas Palestine
5.Ulumul Qur’an
6.Fiqih Shoum
7.Islamik Fun Games
8.leadership
9.Ifthor Jama’i.
Usai rangkaian Sanlat, diakhiri buka bersama dan shalat magrib berjamaah.
Ketua DPK Badan Kordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Rohendi mengaku terharu atas terselenggaranya pesantren kilat disaat sekolah sedang libur, sehingga awalnya jumlah peserta hanya sedikit dan cukup di dalam majelis saja. Namun pada hari terakhir jumlah peserta begitu banyak hingga harus pindah tempat ke masjid Nurul Iman yang kapasitas nya cukup untuk menampung ratusan orang.
“Antum sekalian yang berangkat dari rumah dan hadir sebagai peserta, lalu kembali pulang ke rumah dengan membawa spirit yang sama menghidupkan masjid. Sesungguhnya pada tangan pemuda atau remaja inilah, setiap perkara pengumatan di kehidupan nanti dikendalikan. Maju mundurnya Masjid di masa depan tergantung antum semuanya sebagai generasi penerus bangsa dan agama,” papar Rohendi, saat pembukaan acara, Senin (17/3).
Rohendi berharap kegiatan kita Pesantren Kilat Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus BKPRMI Kecamatan Takokak ini berjalan lancar. Dan Alhamdulillah kegiatan ini di hadiri dari 7 perwakilan sekolah yaitu SMP, SMA, SMK dan MA. Sanlat Ramadhan ini di hadiri peserta 201 Orang, ini semuanya akan mendapatkan e-Sertipikat dan ini adalah pemuda-pemudi generasi penerus bangsa dari remaja Masjid, bukan hanya jiwa nya saja tetapi usia nya juga, usia-usia muda,” tandasnya.
Dikatakan Rohendi, tahun 2026 yang akan datang akan ada Musda untuk memilih Ketua BKPRMI ditingkat Kabupaten Cianjur. BKPRMI adalah organisasi kader dakwah dan pendidikan bagi Pemuda Remaja Masjid di seluruh Indonesia yang berstatus kemasyarakatan, kepemudaan, dan independen serta memiliki hubungan kemitraan dengan lembaga dakwah Islam lainnya.
Pada acara ini tampil spesial Motivator Nasional dewan masjid Indonesia, H Edi Jubaedi dengan cara pembahasan yang kekinian ala-ala melinial dan genz yang tidak membosankan bikin gak-gak, dengan mengambil tema peningkatan keimanan.
“Pelaksanaan kegiatan Sanlat Ramadhan 1446 Hijriyah hari ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa karana dihadapan saya adalah mereka-mereka yang akan menggantikan kami, oleh sebab itu jangan salah memilih wadah, karena wadah akan mengubah karakter sikap dan perilaku kita. Wadah yang tepat salah satunya adalah Pesantren Kilat Ramadhan, namun waktunya perlu ditambah, kedepan jangan hanya 5 hari,” ungkap Edi Jubaedi.
Menurutnya, bulan Ramadhan ini seyogyanya kita mengingat 2 sisi yaitu keagungan Allah dan kerendahan kita sebagai mahlukNya. Peningkatan keimanan melalui keagungan dan kebesaran Allah, dan kiprah kita selaku mahluk bernama manusia. Ditegaskannya lagi ketika pemuda salah wadah, maka hasilnya akan rusak dan kiprah ke depannya akan merusak tatanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
“Ketika generasi muda ini salah dalam mengambil teman dengan pergaulan negatif, maka output produknyapun akan negatif, karena yang mereka ikuti itu dapat berpengaruh negatif dan membahayakannya di masa mendatang. Semoga teman yang ada disisi kita yang Allah utus adalah teman yang akan meningkatkan keimanan kita, jangan sampai generasi muda terjerumus dengan perkembangan gaya hidup manusia terutama minuman keras dan obat terlarang, karena selain membahayakan tubuh kita, dalam agama Islam minuman keras dan obat terlarang itu diharamkan,” tandasnya
Hal senada di sampaikan camat Takokak Dadan Asdiyansyah, selaku Pembina DPK BKPRMI Takokak, bahwa ilmu agama itu harus dipelajari, “Bagaimana kita mempelajari peradaban, etika dan moral juga akhlak dalam mengarungi kehidupan kita, karena formulasi hidup kita itu berawal dari agama. Selaku BKPRMI berharap dapat mengadakan kegiatan ini setiap tahun, kalau pun lebih sering, maka kami akan suport, karena memang penggemblengan ilmu agama disamping ilmu sekolah itu sangat penting. Momentum Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh ampunan dan bulan yang penuh rahmat anugerah Alloh Swt,” imbuhnya.
“Momentum ini yang kita manfaatkan dengan melangkahkan kaki teman-teman dan ade-ade yang datang ke sini, ini sebuah ibadah untuk memperdalam ilmu agama, dan ini memang waktunya 1 minggu dimulai jam 12.30 s/d jam 16.00 Wib. Waktunya sangat pendek, tetapi saya yakin nanti para pengajar dapat memberikan materi singkat padat sesuai dengan kurikulum sanlat 5 hari,” himbaunya.
Ia berharap, semoga kedepan pesertanya bertambah lagi, dan diakuinya, di hari menjelang akhir Sanlat sempat kaget melihat hadirin yang sangat antusias untuk memperdalam ilmu agama ini, “Kami sangat bangga karena kalian calon generasi penerus pengganti saya, calon pengganti ustadz. Temen-temen, ke depan negara ini berada di pundak kalian, kejar dan dapatkan ilmu agama, ilmu pendidikan dan semua disiplin ilmu,” harapnya.
Terwujudnya generasi penerus bangsa yang berkualitas, beriman, bertakwa, visioner dan memiliki jiwa korsa terhadap bangsanya, karena nasib bangsa berada di tangan mereka. Semoga kegiatan ini berkelanjutan rutin dalam pengajian setiap bulan, untuk menambah keimanan. Bukan hanya di Pesantren kilat Ramadhan saja, melainkan di lingkungan sosial masyarakatnya masing-masing setelah Sanlat. (ES Dongke)