Delik28 – Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke- 11 Developing Egiht (D8) di Istana Kepresidenan di ibu kota baru Mesir, New Administrative Capital (NAC), Kairo Mesir berhasil mengguncang dunia internasional dengan pidatonya yang tanpa text menyerukan agar negara muslim bersatu, Kamis, (19/12).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo didampingi oleh sekretaris kabinet, Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Lutfi Rauf tersebut menyerukan dengan tegas yang disampaikannya dalam bahasa inggris.
“Kepala negara yang terhormat, kita berkumpul hari ini sekali lagi untuk mengutuk pelanggaran keterlaluan terhadap hukum internasional yang telah terang-terangan dan mencolok atas kekejaman yang di lakukan. Tapi saya ingin membuat beberapa komentar, kita harus lihat situasi apa adanya, realitas. Situasi kami akan selalu mendukung Palestina. Kita selalu mengatakan kami mendukung Libanon dan Syiria, tetapi apa dukungannya karena semua resolusi PBB tidak dihormati dan tidak akan dihormati,” tegas Prabowo.
Presiden RI ke-8 tersebut juga mengatakan kita harus melihat realita bahwa negara-negara muslim tidak dihormati, “Populasi muslim di dunia adalah 2 miliar orang, 25% dari dunia adalah muslim, memiliki sumber daya yang besar, tetapi kita tidak bersatu. Kita bertengkar diantara kita sendiri dan kemudian ketika saudara kita sedang dihancurkan. Kami (Indonesia-Red) memberikan beberapa pernyataan dukungan dan kami kirim bantuan kemanusiaan,” ungkapnya.
“Maaf ini pendapat saya. Biarkan kami lihat kenyataannya. Kita harus bekerja sama dengan erat untuk memiliki satu suara dan tidak terpecah. Devide et Impera itulah hukum imperialisme selama ribuan tahun, dan kita terpecah belah setiap hari,” imbuh Prabowo.
“Kita lihat Sudan, pemimpin muslim melawan pemimpin muslim, kita melihat pemimpin muslim Libya melawan pemimpin muslim. Kita juga melihat pemimpin muslim Yaman melawan pemimpin muslim Yaman. Kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu palestina jika kita bertengkar satu sama lain? Mari kita jujur,” ajaknya mengetuk hati para Pemimpin Dunia.
Maaf, lanjutnya, saya harus katakan ini karena saya begitu menghadiri banyak KTT dan yang kita lakukan hanyalah memberi pernyataan dukungan, “Indonesia akan berusaha melakukan yang terbaik dalam apapun yang bisa kita lakukan. Tapi saya menyerukan persatuan saya menyerukan kerja sama. Saya menyerukan, mari kita selaku negara muslim menyadari apa yang terjadi. Kita tidak sedang di hormati, mereka tidak peduli dengan suara kita. Sekali lagi saya katakan mereka tidak peduli dengan suara kita.
“Hak asasi manusia bukan untuk orang muslim. Inilah kenyataannya. Ini sangat menyedihkan. Mari kita lakukan apa yang bisa kita lakukan. Mari kita hadapi kenyataan dan mari kita jujur pada diri kita sendiri,” tutupnya diakhiri dengan ucapan terima kasih dan salam ‘assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh’ dengan diiringi tepuk tangan dari seluruh perseta KTT.
walaupun ada delegasi negara yang meninggalkan ruangan saat Prabowo berpidato, namun di akhir pidatonya, Prabowo mendapat applause yang sangat riuh dan tanggapan yang sangat positif.
Diketahui, KTT yang beranggotakan 8 negara Turkiye, Indonesia, Mesir Pakistan, Malaysia, Nigeria, Bangladesh dan Iran, dihadiri oleh semua Kepala Negara anggota. (Nanda)