Delik28 – Dalam perjalanan pulang sekolah, ketiga pelajar aebuah SMP Muhammadiyah di Leuwiliang dibacok oleh pelajar SMP lainnya dengan menggunakan senjata tajam di depan Kantor Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jumat (14/2).
Pembacokan yang dilakukan sejumlah pelajar lain yang tidak dikenal diduga pelajar dari sebuah SMP PGRI di Leuwiliang, mengakibatkan 3 orang pelajar menjadi korban ini, bahkan 2 diantaranya masih tidak sadarkan diri. Akibat rentetan kejadian tersebut, pagar Kantor Desa Karyasari mengalami kerusakan.
Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto membenarkan telah terjadi tawuran antar pelajar di sekitaran Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang.
“Dalam hal ini ada satu terkena luka bacok, satu lagi mengalami luka akibat menabrak pagar kantor desa dan satu lagi mengalami luka ringan,” ujarnya, Jumat (14/02).
Menurutnya, saat ini pihak keluarga korban belum melaporkan atas kejadian tersebut, “Untuk sementara dari pihak keluarga korban belum ada yang melapor ke polsek Leuwiliang dan sementara kami masih dalam penyelidikan,” katanya.
Kemudian itu, ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan serta melakukan oleh kejadian perkara di lokasi kejadian.
“Kami masih dalam penyelidikan dan belum bisa memastikan sekolah mana saja yang terlibat aksi tawuran tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, warga sekitar Linda mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat akan berlangsungnya solat jumaat dan sempat kejar-kejaran hingga dibacok menggunakan senjata tajam.
“Kejar-kejaran pas saya liat di depan gini gini. Tiga orang bawa senjata tajam, dua kendaraan. Dua orang luka berat satu orang luka ringan,” ujarnya.
Menurutnya, kedua pelajar yang menjadi korban mengalami luka berat hingga saat ini kondisinya masih kritis dan mendapatkan perawatan tim medis RSUD Leuwiliang
“Pelaku tiga orang sudah diketahui identitasnya, namun saat ini mereka kabur dan Polisi masih melakukan pencarian. Tadi motor pelaku sempat nabrak sebuah tembok Kantor desa,” tutupnya.
Hingga berita diturunkan, pihak sekolah belum berhasil di konfirmasi lebih lanjut. (Laporan : Dipidi)