Delik28/Kuala Lumpur – Banyak cara kreatif untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri.Salah satunya dengan mengenalkan baju tradisional Minang kabau, sebagaimana dilakukan Rasya Alteza Ghandi, siswa Kelas 3 SDN Pangarakan 02 Cigombong Kabupaten Bogor dengan bangga mengenakan baju adat Minang di Keramaian Kota Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini.
Promosi budaya Indonesia melalui baju adat adalah cara yang efektif untuk menjaga keberagaman dan kearifan lokal. Pakaian adat tidak hanya sebagai pakaian tetapi juga simbol identitas budaya, sejarah dan nilai-nilai sosial suatu daerah. Dengan mempromosikannya, kita turut serta dalam menjaga warisan budaya dan memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.
Rasya tampak menjadi pusat perhatian para Pengunjung kawasan gedung Kembar Petronas KLCC. Tampilan Pandekar Silat berdarah Minang dengan mengenakan busana khas adat Minang itu tampak memukau dengan balutan kain songket yang didominasi warna merah itu.
Kepada Delik28, Rasya mengaku dirinya memakai pakaian adat khas Minang itu sebagai salah satu bentuk promosi yang dilakukan olehnya selaku atlet silat Pelajar asal Indonesia.
“Saya datang Kesini dalam rangka menghadiri undangan Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Tingkat ASEAN. Setelah selesai lomba, saya langsung ganti dengan baju adat Minang, niat saya juga sebagai ajang promosi dan sosialisasi, bela diri, bela bangsa, bela negara dan promosi atau bela budaya Indonesia,” ujar Rasya.
Ditempat yang sama, orang tua Rasya, Imbris Ghandi mengatakan, ini bentuk upaya kami untuk melestarikan budaya nasional serta mensosialisasikan keberadaannya ke tingkat Internasional.
“Tampil dengan busana adat Minang dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk mempromosikan budaya Indonesia, khususnya budaya Minangkabau. Kita tabu, busana adat Minang memiliki keunikan dan kekayaan desain yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai tradisional masyarakat Minangkabau,” imbuhnya.
Imbris ingin menunjukkan kepada dunia bahwa seni tradisi budaya Indonesia sangat banyak dan beragam, keunikan tersebut bisa merepresentasikan jati diri budaya Indonesia.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya, oleh karena itu dengan mempromosikan kain Indonesia berupa baju dan kain tenun Songket ke dunia internasional, saya berharap dapat memperkuat jati diri Indonesia di luar negri,” pungkas Imbris. (Red/Baim)