Delik28 – Warga kota Bogor, Jawa Barat sangat antusias menyambut kebijakan Gubernur Jawa barat Dedi Mulyadi yang membebaskan tunggakan pajak kendaraan bermotor, terlihat dengan membludaknya antrian di depan halaman kantor Samsat Kota Bogor, Senin (2/6)
Mulai di area cek fisik kendaraan, mobil dan motor mengantri panjang hingga ke depan pintu gerbang samsat. Tampak beberapa mobil memutar arah kembali. Sementara petugas di depan pintu gerbang menyarankan bagi masyarakat yang sudah melakukan cek fisik kendaraan agar memarkirkan kendaraan di gedung sebelah dikarenakan area parkir di depan kantor Samsat penuh.
Masuk ke ruangan administrasi keadaan tidak jauh berbeda dengan di lapangan, warga mengantri panjang memegang stopmap masing-masing untuk melakukan proses administrasi. Tempat dudukpun penuh dan beberapa warga terpaksa berdiri mengantri sampai ke pintu masuk kantor menunggu panggilan.
Terlihat ada beberapa warga yang disuruh pulang kembali untuk melengkapi syarat dokumen BBN. karena untuk proses BBN dan mutasi jika bukan orangnya langsung, wajib melampirkan surat kuasa bermaterai.
Sebagaimana yang di katakan salah satu staf pegawai Samsat yang bernama Rizki, ia mengatakan agar masyarakat mempersiapkan dokumen lengkap terlebih dahulu sebelum melakukan proses pembayaran pajak kendaraan.
“Untuk kendaraan agar dipersiapkan segala sesuatu kelengkapan seperti spion, knalpot standar (tidak modif), dan untuk proses BBN dan mutasi jika bukan orangnya langsung wajib melampirkan surat kuasa bermaterai,” ungkapnya.
Rizki menambahkan, pengurusan pajak tahunan cukup membawa KTP asli dan STNK. Pengurusan pajak 5 tahunan wajib dicek fisik kembali dan membawa STNK asli, BPKB asli serta KTP asli.
“Untuk proses BBN kendaraan wajib di cek fisik dan membawa KTP tujuan, STNK asli dan BPKB asli. Untuk proses mutasi keluar kendaraan wajib dicek fisik, KTP tujuan, STNK asli, BPKB asli dan kwitansi jual beli bermaterai cukup,” ucapnya.
Ba’da Asyar seorang bapak-bapak yang tidak berkenan disebutkan namanya mengatakan: “Penuh perjuangan banget ini pak, saya dari pagi jam 7 sampai sekarang udah jam setengah 5 sore belum selesai juga, dia berharap kedepan, mudah mudahan ada penambahan petugas di lapangan supaya mempermudah dan mempercepat proses pembayaran pajak kendaraan”.
Masih di tempat yang sama, salah seorang warga bernama Faisal yang sedang melakukan proses mutasi kendaraan dari Banjar Negara Jawa Tengah ke Kota Bogor berharap proses kinerja staf atau petugas Samsat kota Bogor kedepannya lebih ditingkatkan lagi, “Dalam hal antrian dokumen dia ngambilnya yang di atas diambil terus, sementara yang di bawah gak di ambil. Nah, akhirnya saya udah naro dari jam 13 sampai jam 5 (sore-Red) lewat baru di proses, baru dipanggil. Dan sepertinya masih ada orang yang diprioritaskan gitu looo,” ucapnya.
Ia menambahkan: “Harapan saya sih untuk merubah itu, jadi ee antriannya tu harus bener, kalau taro di atas, dokumen yang bawah dong diduluin, karna udah duluan naronya, cuma itu doang si yang harus di rubah,” ungkapnya.
Masuk waktu Adzan Magrib berkumandang para pegawai staf samsat kota Bogor keluar dari kantor. Kantor ditutup, namun terlihat kantor percetakan plat nomer kendaraan masih buka dan didepannya ada beberapa yang masih menunggu untuk mengambil plat nomer kendaraannya.
(Tan Bagindo)