Delik28 – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al Marjan Bengkulu bersama Forum Komunikasi KBIHU Provinsi Bengkulu menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2025 KBIHU se-Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa–Rabu (19–20/8).
Kegiatan yang digelar DPP Forum Komunikasi KBIHU ini merupakan edisi pertama dan diikuti oleh 1.216 KBIHU dari 1.943 KBIHU yang terdaftar di Kementerian Agama RI. Dari Bengkulu, KBIHU Al Marjan mengirim enam utusan yang mewakili masing-masing daerah.

Silatnas dimaksudkan sebagai ajang memperkuat silaturahmi sekaligus peran KBIHU dalam membimbing dan mendampingi calon jamaah haji. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, hadir memberikan apresiasi.
“KBIHU telah membuktikan keberadaannya menjadikan ibadah haji berjalan baik dan lancar,” tegasnya.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Hilman Latief, juga menyambut baik kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya sinergi Kemenag dengan KBIHU.
“Keberadaan KBIHU sangat strategis. Mohon dirawat kebersamaannya, karena Kemenag tidak akan mampu menyelenggarakan pelayanan ibadah haji dengan baik tanpa peran KBIHU,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KBIHU Al Marjan Bengkulu, Syafridon, menegaskan keikutsertaan pihaknya sebagai bentuk dukungan terhadap eksistensi KBIHU sebagai mitra pemerintah dalam pelayanan ibadah haji.
“Mayoritas jamaah kita adalah lansia yang sudah lama menunggu. Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, hajinya tidak akan sempurna. Apalah artinya layanan baik, bila jamaah tidak bisa menjalankan rukun wajib haji dengan baik,” tegasnya.
Silatnas 2025 meneguhkan peran KBIHU sebagai garda terdepan dalam memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan bimbingan yang tepat. Dari forum ini, KBIHU diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah demi menjaga kualitas penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, dan mabrur.
(Baim)