Delik28 – Memasuki musim pancaroba yang identik dengan meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah, Pemerintah Desa (Pemdes) Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor melakukan penyemprotan (fogging) di sejumlah titik rawan. Kegiatan, salah satunya di Kampung Bojong Kemang RT 04/RW 01 yang dicurigai menjadi lokasi perkembangbiakan jentik nyamuk, Jumat (12/9/25).
Sekretaris Desa Cikeas, Ridwan Kusuma Nirwana bersama Babinsa dan pengurus RT setempat turun langsung melakukan fogging ke rumah-rumah warga, tempat penampungan air bersih, hingga halaman yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kita lakukan penyemprotan di wilayah desa yang rawan menjadi tempat penyebaran serta perkembangbiakan jentik nyamuk. Fogging ini untuk mencegah tempat-tempat yang mudah dijadikan sarang nyamuk, terutama penampungan air,” ujar Ridwan.
Ia menegaskan, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan, mengingat demam berdarah merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang cepat melalui gigitan nyamuk. Karena itu, warga juga dihimbau menjaga kebersihan lingkungan.
“Tempat penampungan air atau bak mandi harus sering dibersihkan. Kaleng maupun botol bekas sebaiknya dikubur agar tidak jadi sarang nyamuk. Jika ada warga yang terkena demam berdarah, segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, serta laporkan ke aparat setempat agar tidak semakin meluas penyebarannya,” tandasnya.
Senada, Babinsa Cikeas Koptu Aris Sugiarto juga mengingatkan pentingnya keterlibatan warga dalam pencegahan.
“Segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas jika ada warga yang terkena demam berdarah. Lakukan penanganan dini untuk memutus mata rantai penyebaran. Mari bersama-sama aktif menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tegasnya.
Laporan: AJH