Delik28 – Karang Taruna Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar aksi bersih-bersih jalan di sekitar Rest Area Palasari dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karang Taruna, dengan melibatkan pengurus karang taruna, pemerintah desa, bersama warga sekitar, Jumat (12/9/2025).
Ketua Karang Taruna Desa Palasari, Muhamad Ilham Rosdiana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan. Ia menekankan, Rest Area Palasari adalah etalase desa yang harus dijaga bersama.
“Rest Area Palasari itu kebanggaan kita. Kalau tidak dijaga, bagaimana orang luar bisa menilai desa ini baik? Pemuda harus jadi garda terdepan menjaga kebersihan,” ujarnya.
Sejak pagi, peserta gotong royong tampak membersihkan Jalan Raya Palasari–Cihideung, tepat di depan rest area. Sampah dikumpulkan, rumput liar dibersihkan, dan fasilitas umum di sekitar lokasi dirapikan.
Ilham menambahkan, tagline Ngabret yang melekat pada Desa Palasari harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Pemuda, katanya, dituntut tidak hanya bersemangat membangun, tetapi juga bertanggung jawab merawat fasilitas yang sudah ada.
“Ngabret jangan berhenti di slogan. Kita buktikan dengan bergerak cepat menjaga lingkungan agar rest area tetap nyaman,” tegasnya.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan gotong royong juga dimaksudkan memperkuat silaturahmi antar pemuda dan masyarakat. Ilham menilai, budaya gotong royong perlu dipertahankan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Ia berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin. “Generasi muda harus kreatif, cerdas, dan peduli. Karena menjaga desa sama artinya menjaga masa depan kita,” pungkasnya.
Kepala Desa Palasari, Aip Syaripudin, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, rest area bukan hanya fasilitas umum, melainkan juga simbol kebanggaan desa.
“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung. Rest area ini wajah desa, jadi harus dijaga kebersihannya agar tetap nyaman untuk warga maupun pengunjung,” ujarnya.
“Kebersihan Rest Area Palasari bukan sekadar soal lingkungan, melainkan juga soal harga diri desa. Saat kawasan ini terawat, semangat Ngabret benar-benar hidup dan memberi makna bagi seluruh warga,” pungkas Kades. (DidiS).