Delik28 /Editorial – Bayangkan suatu pagi Indonesia benar-benar gelap. Internet mati total, sinyal telepon hilang, televisi dan radio padam, transaksi digital lumpuh. Tak ada lagi WhatsApp, tak ada lagi belanja online, bahkan Bank pun tak bisa diakses.
Kondisi itu bukan fiksi. Afghanistan kini mengalaminya. Taliban resmi memutus seluruh jaringan telekomunikasi nasional: internet fiber optik, sinyal seluler, hingga siaran televisi satelit. Hasilnya: penerbangan batal, kantor berita asing kehilangan kontak, layanan perbankan lumpuh, dan warga terisolasi dari dunia luar. Negeri itu benar-benar tenggelam dalam kegelapan informasi.
Namun, ketika mahasiswa Indonesia meneriakkan jargon “Indonesia Gelap” dalam aksi-aksi protes, maknanya lebih luas dari sekadar padamnya sinyal. Gelap yang mereka maksud adalah gelapnya arah bangsa.
Gelap Demokrasi: ruang kritik dipersempit, kebebasan berpendapat kian dibatasi, suara rakyat kerap tak terdengar.
Gelap Hukum: penegakan hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. Korupsi dibiarkan, keadilan seakan dijual beli.
Gelap Ekonomi: rakyat kecil makin terhimpit, harga kebutuhan pokok melambung, masa depan buruh, tani, dan nelayan suram.
Gelap Masa Depan Generasi Muda: pendidikan makin mahal, lapangan kerja minim, ruang berekspresi dikekang.
Gelap yang dimaksud mahasiswa adalah kegelapan simbolik: sebuah peringatan bahwa bangsa sedang kehilangan cahaya keadilan, kejujuran, dan harapan.
Kondisi Afghanistan menjadi cermin ekstrem dari arti harfiah “gelap”, tanpa internet, tanpa komunikasi, tanpa kebebasan informasi. Sedangkan suara mahasiswa adalah alarm moral: jangan sampai Indonesia masuk ke kegelapan yang lebih dalam, bukan hanya padamnya listrik atau sinyal, tetapi juga padamnya demokrasi, hukum, dan masa depan generasi.
Karena itu, jargon “Indonesia Gelap” mestinya tidak dianggap sekadar teriakan di jalanan. Ia adalah peringatan dini agar bangsa ini tetap dijaga di jalur terang: keterbukaan, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat.
Gelap itu senjata penguasa, terang itu hak rakyat.
(Didi Sukardi)