Delik28– Pemerintah Desa (Pemdes) Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor merealisasikan pembangunan pusat ketahanan pangan desa. Program ini sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan nasional, yang diharapkan mampu menguatkan perekonomian warga sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Pusat ketahanan pangan ini dibangun di lahan seluas 3.000 meter persegi berlokasi di Kampung Kebon Kelapa, RT 07/RW 05. Lahan tersebut merupakan pinjam pakai dengan sistem sewa untuk jangka waktu lima tahun. Di atas lahan itu, akan didirikan sentra terpadu ketahanan pangan yang mencakup peternakan domba, kolam ikan, serta ternak ayam petelur.
Kepala Desa Cimandala, Aditiya Agung menegaskan, proyek ini tidak hanya sekadar mendukung program pemerintah pusat, tetapi juga berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, ketahanan pangan harus menjadi investasi jangka panjang agar desa bisa mandiri dan tidak semata bergantung pada bantuan luar.
“Dengan lahan seluas 3.000 meter ini, kita bangun sentra terpadu ketahanan pangan. Selain mendukung program Presiden Prabowo, tujuan utama kita adalah mendongkrak perekonomian warga dan menambah PAD desa,” ujar Aditiya, Jumat (03/10/2025).
Hal senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cimandala, Supriyatna. Ia menyebut, keberadaan sentra ketahanan pangan akan memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Hasil produksi ikan, domba, maupun telur ayam nantinya dapat memenuhi kebutuhan pangan hewani warga desa sekaligus menjadi sumber pemasukan bagi PAD Cimandala.
“Manfaatnya sangat besar. Hasil dari sentra ketahanan pangan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan warga, tetapi juga meningkatkan PAD. Dengan bertambahnya PAD, pembangunan desa bisa lebih maksimal, baik infrastruktur maupun program kesejahteraan,” ungkap Supriyatna.
Lebih jauh, Pemdes Cimandala menargetkan pembangunan fisik sentra ketahanan pangan rampung dalam waktu tiga bulan. Setelah itu, akan dilakukan tahap penebaran benih ikan dan pengadaan bibit hewan ternak sebagai langkah awal pengoperasian program.
“Pembangunan ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Setelahnya, kita langsung mulai dengan penebaran benih ikan dan bibit ternak agar hasilnya segera bisa dirasakan warga,” tambah Aditiya.
Dengan terealisasinya program ini, Desa Cimandala berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor dalam mengembangkan potensi lokal untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat basis ekonomi desa.
Laporan : AJH