Delik28 – Ketua Umum Paguyuban Ojol Kabupaten Bogor (POKAB), Ade Irfan atau yang akrab disapa Kang Adam, tampak serius namun santai ketika berbicara di sela rapat persiapan pelantikan pengurus atau koordinator kecamatan POKAB di ruang Rapat Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Sabtu (12/10).
Dengan nada separuh tegas dan separuh berseloroh, ia mengingatkan para anggota bahwa organisasi ojek online tidak cukup hanya pandai bermanuver di jalanan, tetapi juga harus lincah membaca arah kebijakan dan kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar rapat biasa. Kita sedang menyiapkan pelantikan para koordinator kecamatan, supaya roda organisasi benar-benar berputar sampai ke bawah,” ujarnya membuka pembicaraan.
Adam menyebutkan, panitia pelaksana kegiatan telah terbentuk dengan susunan: Ketua Panitia Andreas A.S.R., Sekretaris Teren Januarianto, dan Bendahara Veri Alfiah.
Rencananya, pelantikan 25 koordinator kecamatan tersebut akan digelar pada Rabu, 17 Desember 2025.

“Insya Allah tanggalnya sudah kita kunci. Tinggal bagaimana kita mengunci semangat agar tak kendor,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Adam, pembentukan koordinator di setiap kecamatan bukan sekadar penataan struktur. Ia menyebutnya sebagai urat nadi komunikasi antara pengurus pusat dan para pengemudi di lapangan. Dengan begitu, setiap kebijakan bisa mengalir lebih cepat, dan setiap keluhan bisa terdengar lebih jelas.
“Kalau pusatnya bicara tapi telinganya nggak sampai ke bawah, itu bukan organisasi, itu monolog. Makanya, kita buat sistem koordinasi yang manusiawi, bukan hanya administratif,” sindirnya.
Ia berharap, kehadiran para koordinator ini juga menjadi jembatan sinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Tak hanya soal urusan lalu lintas, tetapi juga keterlibatan dalam kegiatan sosial dan upaya menjaga kondusifitas wilayah.
“POKAB diharapkan bisa menjadi mitra yang tenang tapi tangguh,” ujarnya.
Adam juga mengingatkan agar para anggota menjaga ketenangan dalam bekerja.
“Tenang bukan berarti diam. Bekerjalah dengan nyaman, tapi tetap waspada agar aman dan terkendali,” pesannya.
Menurutnya, pelantikan ini juga bertepatan dengan momentum satu tahun masa bakti Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Ini saatnya menunjukkan bahwa ojol juga bisa jadi simbol ketertiban, bukan hanya kecepatan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Adam menyinggung pentingnya etika dan moral bagi para pengemudi online. Di tengah tekanan ekonomi dan hiruk-pikuk lalu lintas, katanya, kejujuran dan sopan santun adalah bahan bakar yang tak boleh habis.
“Kalau bensin habis bisa isi ulang, tapi kalau moral bocor, itu susah tambalnya,” ujarnya lirih, disambut tawa para peserta rapat.
Kepada para anggota, Adam berpesan agar terus menjadi pribadi yang fleksibel, mudah diajak kerja sama, dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan.
“Jangan keras kepala di jalan, apalagi di kehidupan sosial. Fleksibel itu bukan berarti lemah, tapi paham kapan harus maju dan kapan menepi,” katanya.
Menutup pernyataannya, ia berharap dukungan dari pemerintah kecamatan bagi seluruh anggota POKAB di Kabupaten Bogor.
“Kalau kalian mau berperan aktif dan berkolaborasi dengan baik, pemerintah pasti membuka pintu. Karena yang kita nyalakan bukan cuma mesin, tapi juga kepedulian,” pungkasnya.
(DidiS)