Delik28 – Setiap tanggal 22 Oktober, umat Islam di Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, hari yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 sebagai penghargaan atas perjuangan kaum santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Peringatan ini berakar dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, yang menyerukan jihad melawan penjajah. Kini, semangat itu diterjemahkan dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan edukatif di pesantren-pesantren seluruh Indonesia.
Salah satunya digelar oleh Yayasan Al-Furqoniyah Cigombong, Kabupaten Bogor, dengan cara yang unik dan menggembirakan: Fun Walk bertajuk “Fun Walk A’Fest 8.”

Udara pagi di kaki Gunung Salak saat itu terasa sejuk dan segar. Sejak pukul enam, empat warna seragam yaitu merah, kuning, biru, dan hijau, mendominasi jalanan desa. Ratusan peserta berbaris di Lapangan Desa Wates Jaya, menanti aba-aba dari panitia.
Tak lama kemudian, peluit tanda mulai dibunyikan. Teriakan semangat bercampur tawa anak-anak mengiringi langkah pertama mereka menyusuri rute yang telah disiapkan.
Kegiatan Fun Walk mengambil rute dari Lapangan Desa Tugu Jaya, melewati Jalan Jajagahan, dan berakhir di GOR Al-Furqoniyah, yang berada di kompleks pendidikan yayasan tersebut. Dari pantauan kami, sedikitnya 300 peserta turut ambil bagian, terdiri atas santri, guru, wali murid, hingga warga sekitar.
Di sepanjang jalan, aroma sawah basah bercampur kabut pegunungan menyambut setiap langkah. Warga sekitar pun terlihat ikut menyemangati peserta.
“Biasanya jalanan ini sepi, sekarang ramai dan penuh warna. Rasanya senang bisa lihat santri dan warga bersatu dan bergembira ria,” ujar Rumnah (46), warga setempat yang rumahnya dilalui peserta.
Menariknya, kegiatan ini tidak dibuat dalam format lomba. Tak ada perebutan gelar juara, tak ada piala yang dibawa pulang. “Kami ingin semua peserta merasa menang,” kata Fathy, Ketua Panitia Fun Walk A’Fest 8, saat ditemui di lokasi acara.
“Konsepnya bukan kompetisi, tapi kebersamaan. Kami lebih fokus pada semangat gembira dan silaturahmi antar-keluarga besar Al-Furqoniyah. Namun, untuk menambah keseruan, kami siapkan doorprize dengan berbagai hadiah menarik,” ujarnya.
Selain Fun Walk, panitia juga menggelar talk show dengan menghadirkan Mas Ghani dan Mbak Putri, pasangan publik figur yang dikenal di kalangan komunitas pesantren. Mereka tampil sekitar pukul 09.00 WIB dan mendapat sambutan hangat dan antusias para peserta.
Acara mencapai puncak suasana gembira. Sorak-sorai dan tawa riang peserta terdengar di seluruh area GOR. Musik ringan mengalun, anak-anak bergembira menanti pengundian doorprize. Meski sederhana, suasananya hangat dan penuh keakraban.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Jalur yang indah, peserta yang antusias, serta suasana guyub membuat Fun Walk A’Fest 8 patut untuk terus dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan untuk mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan semacam ini menunjukkan wajah baru pondok pesantren, bukan sekadar lembaga pendidikan agama, melainkan juga pusat pemberdayaan sosial dan kebudayaan. Melalui langkah-langkah kecil di jalan desa, Fun Walk Al-Furqoniyah menghadirkan makna besar tentang bagaimana santri berperan aktif di tengah masyarakat: penuh semangat, berwarna, dan membawa kesejukan iman di kaki Gunung Salak.
Dari seluruh rangkaian kegiatan yang berakhir pukul 11.30 WIB menjelang waktu Juhur tersebut, tersirat pesan moral yang kuat bahwa santri tidak hanya harus cerdas secara spiritual, tetapi juga aktif secara sosial serta sehat rohani dan jasmani.
“Santri zaman sekarang harus seimbang. Ibadahnya rajin, tapi juga punya energi positif untuk bermasyarakat,” ujar KH Ahmad Ading Nadzir, Ketua Yayasan Al-Furqoniyah.
Diketahui, Yayasan Al-Furqoniyah menaungi Pondok Pesantren, Madrasah Aliyah, MTs Al-Furqoniyah yang berlokasi di Jalan Mayjen HR. Edi Sukma Km. 23, Citugu, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
(Didi S.)