Delik28 – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, menegaskan bahwa rakyat tidak boleh dipandang sebagai pengemis ketika mereka menuntut hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Hal itu disampaikan Adian saat menghadiri acara silaturahmi dan sosialisasi penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Aspirasi Adian-Doni di Balai Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada 27 September lalu.
Dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah warga, Adian menyampaikan pesan tegas bahwa permintaan rakyat terhadap layanan publik bukanlah bentuk mengemis, melainkan wujud dari hak yang dijamin negara. “Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu bilang kami butuh sekolah, bapak-bapak dan ibu-ibu bukan pengemis. Kalau bapak-bapak dan ibu-ibu bilang kami butuh kesehatan gratis, bapak-bapak dan ibu-ibu bukan peminta-minta,” ujarnya lantang.
Menurut Adian, negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk mengembalikan uang pajak rakyat dalam bentuk kesejahteraan. Ia menegaskan, setiap fasilitas publik yang dinikmati masyarakat sejatinya adalah hasil dari kontribusi rakyat melalui pajak yang mereka bayarkan. “Rakyat hanya minta negara kembalikan uang pajak rakyat dalam bentuk jalan, rumah yang layak, pendidikan, dan kesehatan,” kata Adian.
Pernyataan tersebut sejalan dengan prinsip politik kerakyatan yang selama ini ia perjuangkan. Adian menilai bahwa masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses memadai terhadap fasilitas dasar, khususnya di wilayah pinggiran dan desa. Karena itu, menurutnya, program BSPS menjadi salah satu langkah nyata untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Program BSPS sendiri merupakan bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni. Melalui aspirasi Adian Napitupulu bersama Doni, program ini telah menyentuh sejumlah desa di Kabupaten Bogor, termasuk Cimandala, dengan tujuan agar warga dapat tinggal di rumah yang lebih sehat dan layak.
Selain menyampaikan pesan politik, Adian juga menekankan pentingnya gotong royong antarwarga dalam membangun rumah-rumah BSPS. Ia mengingatkan bahwa semangat kebersamaan merupakan nilai utama bangsa yang harus terus dijaga. “Program ini bukan hanya tentang rumah, tapi tentang kebersamaan dan rasa saling bantu di antara kita,” ungkapnya.
Kehadiran Adian dalam acara tersebut mendapat apresiasi dari warga dan pemerintah desa setempat. Mereka menilai, kehadiran wakil rakyat secara langsung ke lapangan menjadi bukti kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian. “Kami merasa diperhatikan, bukan hanya dijanjikan,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Acara diakhiri dengan doa bersama serta penyerahan simbolis bantuan program BSPS Aspirasi Adian-Doni. Suasana hangat dan penuh keakraban menandai komitmen bersama antara wakil rakyat dan masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Bogor. (Nidiva)