Delik28 – Kalau ada yang bilang keluarga besar itu repot, berarti dia belum pernah masuk grup WhatsApp Ki Zakaria. Di grup ini, keakraban bukan hanya terasa, tapi juga berbunyi—mulai dari notifikasi “ting!” jam lima pagi sampai tawa ngakak yang berderet di kolom chat. Di sinilah, walau beda kepala, semua merasa sama: saudara.
Kadang suasana grup seperti pasar pagi, ramai, riuh, tapi penuh kasih sayang. Ada yang cerita soal cucunya, ada yang curhat listrik naik lagi, dan ada pula yang tiba-tiba kirim video kucing tanpa konteks. Tak ada yang protes, karena semua paham: beginilah keluarga. Yang penting hadir, walau kadang bikin bingung.
Uniknya, topik obrolan di grup ini luwes banget. Bisa mulai dari hal umum seperti kondisi negara, lalu nyelonong ke hal khusus seperti “kapan reuni keluarga diadakan lagi?”. Belum sempat dijawab, sudah ada yang nyeletuk, “Yang penting madang. madangnya gratis, ya!” Nah, di situ semua tawa pecah. Politik kalah oleh lelucon.
Namun jangan salah, di balik canda itu sering terselip keseriusan. Kadang ada bahasan tentang lingkungan, tetangga, bahkan isu sosial. Tapi tenang, gaya diskusinya khas Ki Zakaria: serius tapi ngakak. Ibarat makan sambal, pedas sih kadang, tapi bikin nagih.
Yang paling lucu, setiap kali ada anggota mulai “ketinggian tensi” alias debat terlalu semangat, selalu ada yang datang menengahi: “Udah, udah… mending ngopi dulu. Kopi bikin damai, debat bikin darah tinggi.” Satu kalimat itu cukup bikin suasana adem lagi. Luar biasa, ini bukan sekadar grup, tapi terapi jiwa online.
Di tengah dunia yang makin sibuk dan sering bikin jarak antarhati, grup WA Ki Zakaria justru jadi jembatan silaturahmi. Tak ada protokol, tak ada agenda resmi, cukup sinyal, baterai, dan niat baik. Kadang cuma dengan emotikon 🤲 atau 😅, rasa kangen sudah terobati.
Dan mungkin itulah makna sejati keluarga di era digital. Tak perlu selalu satu rumah untuk merasa dekat. Cukup satu grup, satu sapaan, satu candaan, rasa “kita saudara” tetap hidup. Di sini, perbedaan bukan penghalang, tapi bumbu yang bikin cerita makin sedap.
Maka kalau suatu hari kamu ditanya, “Apa yang paling berharga dari grup WA Ki Zakaria?” Jawab saja dengan sederhana: di sana, tak ada yang paling benar, tak ada yang paling hebat, yang ada hanya cinta, tawa, dan satu kesepakatan tak tertulis: kita semua saudara, titik. (DidiS)