Delik28 – Rasya Alteza Ghandi, siswa kelas 4 SD Negeri Pangarakan 02, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Rasya meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Tingkat Dunia “Australia International Silat Championship 2025”, kategori Tanding Kelas Macan tingkat SD Under 10 Tahun.
Pertandingan berlangsung pada 14–16 November 2025 di Venue Nisan Arena, 590 Mains Road, Nathan, Brisbane, Australia.
Usaha keras Rasya membuahkan hasil. Anak pertama dari tiga bersaudara ini setiap hari tekun berlatih pencak silat bersama pelatih di Perguruan Tunas Muda Indonesia Cimande, dan melanjutkan latihan tambahan di rumah bersama guru privat. Kerja keras tersebut akhirnya mampu mengantarkannya bersaing dan mengalahkan lawan-lawan dari berbagai negara hingga mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
Dalam sebuah wawancara, Rasya menyampaikan rasa syukurnya.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan dukungan banyak pihak. Prestasi ini bukan hanya usaha saya sendiri, tetapi juga berkat support system yang luar biasa dari keluarga, terutama Papa dan Mommy, pelatih, serta teman-teman di perguruan,” ungkapnya.
Rasya yang bercita-cita menjadi atlet profesional berharap prestasinya dapat menginspirasi anak-anak Indonesia lainnya, terutama di Bogor.
“Semoga apa yang saya capai bisa diikuti oleh teman-teman atlet lainnya. Jangan pernah menyerah dan terus berusaha mencapai yang terbaik,” ujarnya.
Orang tua Rasya, Imbris Ghandi, juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan hasil yang diraih Rasya. Kami berharap ia terus bisa mengharumkan nama Indonesia, khususnya Bogor, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya,” tuturnya.
Imbris juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Rasya hingga bisa meraih prestasi di tingkat dunia.
“Terima kasih kepada semua yang telah mensuport Rasya. Silat merupakan bela diri asli Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Sudah sepatutnya kita sebagai anak bangsa menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya ke dunia internasional, terutama di Eropa dan Australia. Harapan saya, ke depan pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade,” pungkasnya. (Baim)