Delik28 — Dalam rentang akhir Oktober hingga November 2025, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor bergerak cepat memperkuat jejaring penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di wilayah perbatasan.
Langkah tersebut merupakan arahan langsung Bupati Bogor, Rudy Susmanto, guna membangun sistem tanggap darurat lintas daerah yang lebih responsif, terpadu, dan saling mendukung.
Rangkaian koordinasi intensif diawali di Kota Bekasi pada 31 Oktober 2025. Agenda kemudian berlanjut dengan pembahasan kerja sama di Kota Depok pada 5 November, hingga finalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kabupaten Bogor pada 11 November 2025.
Upaya kolaboratif tersebut terus meluas, hingga pada 13 November, Damkar Kabupaten Bogor menggelar rapat kerja sama dengan Kabupaten Purwakarta. Selanjutnya, penandatanganan PKS dilakukan bersama Kabupaten Cianjur pada 19 November, serta rapat koordinasi secara daring dengan Kabupaten Tangerang untuk memperkuat kesiapsiagaan bersama.
Tidak berhenti di situ, sinergi juga diperkuat dengan Kota Bogor melalui penandatanganan PKS baru. Sementara itu, evaluasi dan pelatihan bersama dilaksanakan dengan Kabupaten Sukabumi pada 26–27 November 2025, kemudian ditutup dengan kesepakatan kerja sama bersama Kabupaten Lebak di penghujung November.
Dengan rampungnya finalisasi PKS untuk delapan daerah, yakni Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tangerang, Kota Bogor, dan Kabupaten Lebak. Kabupaten Bogor kini menegaskan posisinya sebagai pusat penggerak koordinasi penanggulangan darurat di kawasan perbatasan.
Meski demikian, pekerjaan besar ini belum sepenuhnya selesai. Kabupaten Bogor masih memiliki 11 daerah perbatasan, dan seluruhnya direncanakan akan dijalin dalam skema kerja sama serupa secara bertahap.
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan kekuatan terpadu lintas wilayah untuk menghadapi ancaman kebakaran dan situasi darurat lainnya. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di seluruh garis perbatasan.
(Red)