Delik28 – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mengapresiasi prestasi Rasya Alteza Ghandi, atlet pencak silat cilik asal Cigombong, Kabupaten Bogor, yang berhasil meraih medali emas pada Australia International Silat Championship 2025 di Brisbane, Australia.
Rasya memenangkan kategori tanding tunggal kelas Macan tingkat SD Under 10 tahun, pada turnamen yang digelar di Venue Nisan Arena, Nathan Brisbane, 14–16 November 2025. Prestasi ini menambah daftar pencapaian atlet muda Indonesia di ajang olahraga bela diri internasional.
“Selamat buat Rasya. Alhamdulillah pencak silat sebagai budaya asli Indonesia yang telah diakui UNESCO kini semakin mendunia. Ini sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional,” ujar Menteri Kebudayaan dalam keterangannya.
Selain memberi selamat, pemerintah juga menyerahkan beasiswa Dana Indonesia serta dukungan promosi edukasi kebudayaan sebagai bentuk penghargaan bagi Rasya. Fadli Zon berharap pencak silat semakin diperkuat posisinya di pentas global sebagai warisan budaya dunia.
Di tingkat daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Ria Marlisa memastikan pemerintah daerah juga akan memberikan bonus bagi Rasya sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tingkat dunia yang diraihnya.
“Nanti Rasya akan kita beri bonus, dan akan kami publikasikan melalui media Disbudpar Kabupaten Bogor,” ucap Ria Marlisa.
Rasa bangga juga disampaikan orang tua Rasya, Imbris Ghandi. Ia menyebut keberhasilan anaknya tidak lepas dari dukungan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat.
“Kami sangat bersyukur dengan hasil yang diraih Rasya. Kami berharap Rasya terus mampu mengharumkan nama Indonesia melalui budaya pencak silat, sekaligus menjadi inspirasi bagi anak-anak lain,” ucapnya.
Imbris menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan yang telah mengutus keluarga mereka sebagai duta budaya Indonesia di Australia. Ia berharap pencak silat terus berkembang dan suatu hari dipertandingkan di Olimpiade.
“Sudah sepatutnya kita menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya nasional ke dunia internasional. Harapan saya, ke depan pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade,” ujarnya.
Prestasi Rasya menambah optimisme Indonesia dalam memajukan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus olahraga prestasi berkelas dunia.
(Baim)