Delik28 – Menindak lanjuti laporan Kepala Desa Cimandala serta Ketua K3S Sukaraja tentang adanya sekolah yang kondisi beberapa ruangan belajarnya rusak parah dan membahayakan keselamatan siswa yang dilaporkan saat reses anggota DPRD Kabupaten Bogor masa sidang 2 tahun 2025-2026 Dapil 1 Kecamatan Sukaraja. Ketua Komisi 2 Ferry Roveo Checanova (Vio) bergerak cepat usai reses meninjau langsung Sekolah Dasar Negri Sasana Wiyata 2 yang kondisi beberapa kelasnya mengalami kerusakan parah karena kondisi bangunan yang sudah lama dimakan usia. Bangunan tersebut berdiri sejak tahun 1982 dan belum pernah ada perbaikan, Senin (09/02/2026)
“Saya langsung menindak lanjuti laporan dari Kades dan Ketua K3S usai reses datangi sekolah yang dimaksud yaitu SDN Sasana Wiyata 2. Ternyata benar seperti yang dilaporkan sekolah tersebut dari 11 ruang kelas 5 diantaranya mengalami rusak berat terutama bagian atap plafonnya yang ambrol, saya kaget dan prihatin masih ada sekolah yang dekat dengan ibukota kabupaten kondisinya sangat memprihatinkan. Selanjutnya saya berkoordinasi dengan dinas terkait agar mendapat prioritas pembangunan segera karena kondisi bangunannya sangat membahayakan siswa, saya akan kawal proses ini,” ujar ketua komisi II DPRD Kabupaten Bogor.
Ditempat yang sama ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Yudianto menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut dibangun sejak tahun1982 dan direnovasi tahun 2008, ditahun 2021sudah mengajukan untuk direnovasi, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.
“Bangunan sekolah tersebut sudah lama, dibangun sejak tahun 1982 dan pernah renovasi ditahun 2008, selanjutnya di tahun 2021 sudah diajukan untuk dilakukan renovasi, tapi sampai saat ini belum terealisasi, kondisi bangunan saat ini sudah semakin parah dari 11 rombel lima diantaranya rusak parah bagian atapnya,” ungkap Yudi.
Selanjutnya Yudi memohon kepada anggota dewan agar dapat mendorong dinas terkait untuk dapat segera merenovasi bangunan sekolah yang kondisi sangat parah, apalagi memasuki musim penghujan saat ini, khawatir ambruk dan membahaykan siswa.
Laporan: AJH