Delik28– Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pendidikan nonformal, termasuk pendidikan di pondok pesantren, agar berjalan lebih terarah dan terakreditasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, usai memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/10/2025).
Rudy menjelaskan, Pemkab Bogor tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga terus memperkuat jalur pendidikan nonformal seperti kejar paket A, B, dan C. “Kita harus berkolaborasi dengan pondok pesantren yang selama ini belum sepenuhnya terdata oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurut Rudy, kolaborasi dengan pesantren menjadi penting karena lembaga pendidikan berbasis keagamaan itu turut berperan dalam membentuk karakter dan spiritualitas generasi muda. “Dari sisi spiritual dan agama, anak-anak kita di pesantren mendapatkan bekal ilmu yang baik. Namun dari sisi akademis, kami juga berharap mereka bisa mendapatkan ijazah yang diakui secara resmi,” ungkapnya.
Bupati menyoroti masih banyaknya pondok pesantren yang belum memiliki izin operasional. Meski demikian, ia menilai hal itu lebih disebabkan oleh tumbuhnya pesantren secara alami dan bukan karena unsur kesengajaan. “Banyak pesantren lahir dari kegiatan ngaji kecil yang berkembang pesat, hingga akhirnya memiliki santri yang menetap tanpa disertai legalitas administrasi,” jelasnya.
Untuk itu, Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah akan lebih proaktif dalam membantu pesantren yang belum memiliki izin. “Kami akan mendatangi langsung dan memandu proses perizinan. Dari sana kita bisa mengetahui kendala yang mereka hadapi, apakah soal administrasi atau kurangnya informasi,” tambahnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para santri dalam menuntut ilmu. “Pesantren adalah bagian penting dari sistem pendidikan di Kabupaten Bogor. Legalitas bukan sekadar kewajiban, tapi jaminan agar kegiatan belajar mengajar berjalan baik dan diakui negara,” katanya.
Upacara Hari Santri Nasional tahun 2025 di Kabupaten Bogor berlangsung khidmat dan penuh makna. Ribuan santri dari berbagai wilayah hadir untuk mengikuti peringatan yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.”
Menurut Rudy, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Tema ini mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan bangsa. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi harus ikut mengambil peran dalam membangun peradaban dunia,” pungkasnya. (Erik)