Delik28 – Aroma kopi hitam Menyeruak dari sudut jalan di daerah semplak kota Bogor, di sebuah bangunan sederhana beraatap seng, deretan bangku kayu dan meja panjang tersusun rapi. Tak ada pendingin ruangan, tak ada musik moderen. hanya suara obrolan warga yang bersahut-sahutan di antara gelas-gelas kopi panas yang mengepul.
Tempat itu bernama Warkop Tan Bagindo, sebuah warung kopi sederhana yang kini menjadi tempat berkumpul favorit bagi masyarakat menengah kebawah.
“Disini bukan cuma tempat minum kopi, tapi tempat cerita dan tertawa,” ujar Sutan Bagindo pemilik warkop yang sudah satu tahun menjalankan usahanya. Iya membuka warung dengan modal pas-pasan dan hanya semangat yang menyala seperti kompor sedang masak air panas untuk nyeduh kopi.
Ia sadar, banyak kafe modern bermunculan dengan desain mewah dan harga tinggi. Namun sebagian besar warga, tempat seperti itu terasa asing dan tak terjangkau. Dari situlah Dia melihat peluang menghadirkan ruang sederhana yang akrab dan murah, tapi tetap nyaman dengan seruput kopi hitam di cangkir putih.
“Saya ingin orang datang bukan cuma karena kopi, tapi karena suasana. Disini siapapun boleh duduk, ngobrol, dan merasa diterima,” tuturnya.
Harga kopi di warkop ini sangat terjangkau, segelas kopi tubruk hanya Rp.5.000, sementara teh tarik dan minum lain tak lebih dari Rp.10.000. Untuk teman ngopi jangan kuatir, ada gorengan hangat, roti bakar bahkan mie rebus dan teh telur minuman favorit ciri khas warkop ini.
Sutan tak muluk-muluk soal keuntungan. Baginya hanya ingin warungnya tetap ramai dan menjadi tempat berarti bagi masyarakat kecil. ” Asal bisa jalan terus dan bikin orang betah, itu sudah cukup bagi saya,” ucapnya
Bagi teman yang mau mampir, Warkop Tan Bagindo dibuka sejak pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam.
(Putra Malayu)