Delik28 – Seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari Jihar Gifari, pemenang lomba Artificial Intelligence (AI) tingkat dunia di Arab Saudi, menantang seluruh anggota DPR RI untuk membuka transparansi penggunaan dana reses melalui sistem berbasis AI yang ia klaim siap dibuat secara gratis oleh suaminya.
Dalam unggahan yang viral di berbagai platform media sosial, termasuk grup WhatsApp AIPBR pada Jumat (17/10), wanita tersebut menyampaikan kritik tajam terhadap wacana kenaikan dana reses DPR yang dinilainya tidak transparan dalam pelaporan dan pemanfaatannya.
Ia menyebut, saat ini satu anggota DPR telah menerima dana reses sebesar Rp702 juta setiap masa reses, dan jika dikalikan dalam satu periode jabatan selama lima tahun, totalnya bisa mencapai lebih dari Rp10,5 miliar per anggota. Dengan 575 anggota DPR, dana reses yang dikeluarkan negara mencapai lebih dari Rp6 triliun dalam satu periode.
“Padahal dana reses ini hanya digunakan untuk menampung aspirasi masyarakat, bukan untuk proyek fisik. Di era teknologi seperti sekarang, mestinya semua bisa dilakukan secara digital dan transparan,” ujarnya dalam rekaman video yang kini ramai dibagikan.
Ia menjelaskan bahwa sistem transparansi dana reses berbasis AI yang dirancang bersama suaminya akan bekerja layaknya “marketplace antara DPR dan rakyat”, di mana setiap anggota DPR bisa mempublikasikan kegiatan resesnya, sementara masyarakat bisa langsung memberikan penilaian dan testimoni terhadap kegiatan tersebut.
Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain:
Dashboard publik per dapil, menampilkan jumlah dana reses dan penggunaannya.
AI Auto-Report Generator, yang secara otomatis membuat laporan berdasarkan bukti foto, video, dan dokumen kegiatan.
Fitur feedback publik, terhubung langsung dengan data KTP untuk menghindari akun palsu.
AI Summary Nasional, menampilkan rekap aktivitas reses seluruh DPR secara real-time.
Anomaly Detection berbasis AI, yang mampu mendeteksi indikasi penyimpangan seperti peserta fiktif, biaya tidak wajar, atau kegiatan yang tak pernah terjadi.
“Setiap potensi kecurangan akan diberikan skor probabilitas dan penjelasan kenapa sistem menilainya demikian. Semua bisa dilihat publik tanpa ditutupi,” katanya.
Ia pun menegaskan bahwa sistem tersebut akan diberikan gratis untuk DPR, dengan harapan transparansi dana publik benar-benar terwujud.
“Rakyat akan menjadi saksinya. Saya tunggu kerja samanya melalui email yang sudah saya cantumkan di bio,” tutupnya.
Unggahan tersebut kini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang memberikan dukungan atas inisiatif transparansi dana publik tersebut, sementara sebagian lainnya menunggu respons resmi dari DPR RI terkait tawaran tersebut. (DidiS)