Delik28 – Korban meledaknya tabung gas Elpiji 12 Kg awal September lalu di sebuah rumah petak kontrakan Kp. Kreteg, Desa Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 3 lainnya mengalami luka bakar serius, kini nyaris terlantar membutuhkan bantuan dan uluran tangan donatur untuk melanjutkan ongkos berobat jalan ke RSCM Jakarta.

Hal tersebut dikatakan Yan Sofyan, warga Kp Ciherang Stamplas Desa Ciherang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor selaku kakak kandung dari korban Sinta Apriyanti (36).
“Kejadiannya awal September, sebulan lalu, pada saat itu pagi hari, Sinta hendak masak dan menyalakan kompor, tiba-tiba tabung gas meledak memporak-porandakan seisi rumah mengakibatkan dirinya luka bakar parah di sekujur tubuh karena dia terdekat disambar api dari ledakan gas elpiji tersebut. Sedangkan suami dan kedua anaknya mengalami luka bakar di kedua tangan dan kaki hingga ke bagian bokong,” ungkap Yan Sofyan, Selasa (8/10/24).
Naasnya lagi, kata Sofyan, setelah dilarikan ke RSUD Kota Bogor, kemudian dirujuk ke RSCM, dan selama 21 hari dirawat di RSCM, qodarulloh Sinta meninggal dunia karena luka bakar di seluruh tubuh yang mungkin tak kuat dideritanya hingga kematian pun menjemputnya dan semoga saat itu husnul khotimah dan kini almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi Alloh SWT. Aamiin”.
“Kondisi saat ini setelah sebulan Jaelani selaku sang ayah tidak bisa bekerja mencari nafkah dan kedua anaknya pun tidak dapat bersekolah karena masih berobat jalan dengan luka yang masih dibalut perban, makin memprihatinkan karena kami sudah tidak lagi dapat membiayai ongkos jalan berobat pulang pergi RSCM Jakarta 2 kali dalam sepekan karena kakak dan adiknya beda jadwal dokter,” ungkap Yan Sofyan yang selama ini mengurus perobatan korban.
“Tidak ada jalan lain setelah kami utang pinjem karena perobatan harus tetap jalan, maka kamipun harus menengadahkan tangan pada Tuhan YME agar kiranya ada sanak sodara yang memiliki sedikit banyak rizqi dapat membantu pengobatan korban terutama kedua anak generasi masa depan harapan keluarga juga bangsa dan negara ini,” ungkap Yan iba penuh harap.
Masih dikatakan Yan, semoga Alloh SWT, Tuhan yang Maha Rahman mengetuk hati sanak sodara dan menyediakan fahala yang beripat, “Sekiranya berkenan transfer, saya persilahkan ke Bank BCA Norek. 6080663992 a/n M. Paran Alfarisi. Semoga kita semua senantiasa sabar atas segala cobaan dan bersyukur atas segala nikmat yang telah Alloh berikan,” ungkapnya.
“Alhamdulillah hari ini, kami masih ada tetangga yang mempercayai pinjam uangnya 500 ribu sekali berobat untuk hari ini, hingga seorang anak giliran hari ini bisa berobat jalan ke RSCM,” ungkap Yan seraya mengirim foto korban yang sedang pemeriksaan, Selasa (8/10/24).
Ditanya berapa lama perkiraan berobat jalan, melalui pesan WA, Yan menjawab: “Menurut kabar dari sesama pasien yang kasusnya sama yaitu luka bakar, karena di sini ruangan korban luka bakar, di RSCM ini biasanya sampe setahun baru sembuh total”.
Kondisi terahir Jaelani (39) selaku kepala keluarga, Jaelani berobat diurus oleh orang tuanya di Ciomas, sedangkan anak Afrizal siswa kelas 8 SMP 1 Ciomas dan adiknya bernama Alfarizki siswa kelas 3 SDN 02 Ciomas, tinggal dan diurus oleh Yan Sofyan selaku uwa, keduanya masih harus terus berobat jalan. (DidiS).