Delik28 – Pilar Foundation menggelar Seminar Perempuan Nasional bertajuk “Berani Berpikir, Cerdas Bertindak, Memahami Kapasitas Diri Sejak Dini untuk Perempuan Masa Kini”. Kegiatan berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada Jumat (19/12/2025). Acara ini menjadi agenda nasional perdana Pilar sejak resmi dilaunching pada 25 November 2025.
Seminar dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA hingga organisasi perempuan, komunitas kepemudaan, serta unsur masyarakat umum. Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari seribu orang, sesuai target yang ditetapkan penyelenggara.
Ketua Pilar Foundation, Shaliha menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun ruang edukasi bagi perempuan Bogor Raya. Pilar Foundation, menurutnya, hadir untuk memperkuat kapasitas perempuan sejak usia muda agar memiliki wawasan, kemandirian, serta daya saing.
“Ini agenda pertama dalam bidang edukasi. Kami ingin perempuan Bogor lebih berdaya, cerdas, berani bersuara, dan memahami kapasitas dirinya,” ujar Shaliha di sela acara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan gerai UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Menurut panitia, ekonomi menjadi salah satu fokus utama Pilar Foundation selain pendidikan dan pendampingan sosial.
Selain pelajar, acara juga dihadiri berbagai komunitas dan organisasi seperti Jabar Zillenial, PPI, Forsiraka, Pramuka, OKP keperempuanan, Ratna dilla dan hadir pula perwakilan Gencit sebagai masa dari Tommy Kurniawan serta unsur masyarakat dari berbagai wilayah di Bogor Raya.
Seminar menghadirkan dua sesi pemaparan materi. Pada sesi pertama, tampil Komisioner KPU Jawa Barat Umi Wahyuni. Keduanya membahas posisi perempuan di ruang kepemimpinan, serta dorongan agar perempuan berani bersuara dan berperan aktif di lingkup sosial maupun politik.
Sesi kedua diisi anggota DPR RI, Tommy Kurniawan, bersama Komisioner KPAD Kabupaten Bogor. Tommy memaparkan pentingnya kesiapan perempuan menghadapi era transformasi digital dan kebutuhan kemandirian ekonomi yang terus berkembang.
Dalam materinya, Tommy menekankan bahwa perempuan masa kini harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia mencontohkan bahwa pengelolaan keuangan pribadi, disiplin waktu, dan kemampuan membedakan kebutuhan dengan keinginan adalah bekal penting dalam membangun kemandirian ekonomi.
“Wanita harus mulai membangun mentalitas mandiri sejak dini. Kemandirian itu lahir dari disiplin, kemampuan mengelola waktu, memahami skala kebutuhan, dan membangun skill produktif,” ujar Tommy di hadapan peserta.
Ia juga menyinggung target Indonesia Emas 2045, di mana peran perempuan dinilai sangat krusial dalam menyongsong kemandirian ekonomi bangsa. Tommy mendorong peserta agar tidak hanya cerdas dalam berwirausaha, tetapi juga aktif berkolaborasi dengan dunia pendidikan dan teknologi.
Acara ditutup dengan pesan motivasi dan ajakan agar peserta terlibat dalam gerakan pemberdayaan perempuan di Bogor Raya. Pilar Foundation juga membuka peluang relawan dan anggota baru, sebagai wujud komitmen meluasnya jaringan pemberdayaan di wilayah lain. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Pilar berharap seminar ini menjadi langkah awal lahirnya gerakan perempuan muda Bogor yang kritis, visioner, dan mandiri.
(DidiS)