Delik28 – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan sampah di sejumlah kota besar di Indonesia kini berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat. Hal itu disampaikan dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial, di mana Presiden menyoroti secara khusus gunungan limbah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
Dalam pernyataannya, Presiden mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, total timbunan sampah di Bantar Gebang telah mencapai 55 juta ton. Volume sebesar itu dinilai sangat membahayakan, terutama jika terjadi hujan deras yang berpotensi memicu bencana bagi wilayah di sekitarnya. “Kalau terjadi hujan deras, dia bisa membahayakan banyak kampung digital itu,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa kondisi serupa tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di beberapa kota besar lainnya seperti Bandung dan Surabaya. Timbunan sampah yang terus meningkat membuat persoalan ini masuk kategori mendesak dan tak bisa lagi ditunda. Ia menilai bahwa penanganan sampah perlu didekati sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan kebersihan, kesehatan publik, hingga sektor pariwisata.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Pusat akan segera memulai pembangunan 34 fasilitas pembersihan dan pengolahan limbah yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Fasilitas ini dirancang bukan hanya untuk mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi sumber energi, termasuk listrik. “Alatnya atau pabrik pembersihannya ini bisa mengolah sampah menjadi energi,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ke-34 fasilitas pengolahan limbah tersebut akan dikebut dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Menurutnya, percepatan ini sangat penting demi menekan risiko lingkungan sekaligus menjawab kebutuhan energi alternatif yang semakin mendesak.
Presiden Prabowo juga menyoroti keterkaitan antara kebersihan lingkungan dan pertumbuhan sektor pariwisata. Ia mencontohkan Bali sebagai destinasi wisata unggulan yang akan sangat bergantung pada kualitas kebersihan lingkungannya. “Kalau Bali tidak bisa bersihkan sampahnya, bisa kita bayangkan, mau nggak turis datang ke tempat yang kotor?” tegasnya.
Pemerintah berharap langkah besar ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan sampah yang selama ini menumpuk di berbagai daerah. Dengan transformasi sampah menjadi energi, selain mengurangi risiko lingkungan, pemerintah juga ingin mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pernyataan Presiden Prabowo yang viral ini menjadi perhatian publik, terutama karena menyentuh langsung persoalan yang bertahun-tahun tak terselesaikan. Masyarakat kini menantikan implementasi nyata dari proyek besar tersebut sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah nasional. (Raffani)