Delik28 – Setelah serangan kilat yang berlangsung kurang dari 2 pekan, 8 Desember lalu oposisi suriah memasuki Damaskus dan mendeklarasikan berakhirnya rezim Bashar al-Assad.
Presiden Suriah dan keluarganya diyakini terbang ke Rusia tepat sebelum pemberontak memasuki kota tersebut.
Sumber Kremlin melaporkan bahwa Assad dan keluarganya pada tanggal 12 Desember kemarin tiba di Moskow dan diberikan suaka berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan di Moskow: Itu adalah keputusan presiden Vladimir Putin, tentu saja keputusan tersebut tidak dapat dibuat tanpa persetujuan Kepala Negara. Menyadari jadwal resmi Putin tidak mencakup pertemuan dengan Assad, Peskov juga mengatakan tidak ada yang perlu di ceritakan tentang keberadaannya saat ini.
“Moskow tengah berupaya menghubungi pihak-pihak yang dapat menjamin keamanan pangkalan militer Rusia di Suriah,sementara militer Rusia juga mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa masih terlalu dini membicarakan status pangkalan militer Rusia di Tartus dan Khmeinim, “Semua ini akan menjadi bahan diskusi dengan mereka yang akan berkuasa di suriah. Sekarang kita melihat periode tranformasi dan ketidakstabilan yang exstrem oleh karena itu, ini akan memakan waktu dan kemudian pembicaraan serius akan di perlukan dengan mereka yang akan memegang kekuasaan,” ungkap Peskov.
Dia berpendapat pembicaraan format Astana soal suriah telah kehilangan tujuan awalnya, tetapi masih relevan sebagai mekanisme pertukaran pendapat dan konsultasi politik diantara para pesertanya.
Peskov menambahkan bahwa kini Rusia sedang berdialog dengan Turkiye dan negara -negara lain di kawasan. (Nanda)