Delik28 – Sebanyak 1.500 siswa jenjang SD se-Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, memeriahkan kegiatan Olahraga Tradisional (Oltrad) tingkat SD/sederajat yang digelar di Lapangan Sepakbola Restu Jaya, Desa Purasari, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan Oltrad ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa, mengembangkan jiwa sportif, serta melestarikan kearifan lokal yang menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap kategori perlombaan. Semangat dan keceriaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak pagi.
Ketua panitia pelaksana, Wahid Subekti, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan olahraga tradisional di Kecamatan Leuwiliang. “Alhamdulillah pembinaan ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang penjaringan untuk mengikuti perlombaan olahraga tradisional di tingkat kabupaten. “Di sini kita melakukan pembinaan dan penjaringan bagi siswa di Kecamatan Leuwiliang untuk persiapan ke tingkat kabupaten,” kata Wahid saat dikonfirmasi wartawan di lokasi.
Wahid pun berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah nyata dalam melestarikan olahraga tradisional. “Kita harus melestarikan budaya itu dengan membuat kegiatan seperti ini,” pungkasnya.
Terpisah, Staf Kasie Pendidikan Kesehatan (Penkes) Kecamatan Leuwiliang, Agus Nurmawan, SE, menyampaikan bahwa kegiatan Oltrad tingkat SD merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh PGRI Kecamatan Leuwiliang. “Alhamdulillah, Oltrad kita sudah sampai tingkat provinsi dan meraih Juara 1,” ujarnya.
Agus menambahkan bahwa prestasi di tingkat kabupaten juga sudah sangat baik. Ia berharap ke depan semakin banyak siswa yang berminat mengikuti Oltrad. “Harapannya tentu meningkatkan kualitas atlet dan menambah minat anak sekolah dasar untuk mengikuti kegiatan ini,” ucapnya.
Dengan demikian, kegiatan Oltrad diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kesehatan, serta melestarikan kearifan lokal.
Laporan: Dipidi