Delik28 – Salah satu siswa lulusan SMA Negeri 8 Bogor, Sadam Sandy berhasil menembus seleksi ketat Universitas Negeri di Turki. Ia diterima di jurusan Software Engineering yang merupakan program baru yang mirip Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di Indonesia.
Sadam menjadi satu-satunya siswa SMA Negeri 8 Kota Bogor yang diterima tahun ini. Seleksi kampus tersebut cukup ketat, karena dari seluruh dunia hanya dipilih 32 orang untuk setiap fakultas.
“Persaingan di dalam negeri saja sudah sulit, apalagi sampai bisa bersaing dengan mahasiswa luar negeri. Bisa masuk ke 32 orang terseleksi sangat membanggakan,” kata Sadam, Rabu (2/10).
Prestasi Sadam sudah terlihat sejak di bangku SMA. Ia pernah meraih juara 2 monolog Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten Bogor serta masuk 19 besar nasional dalam Pekan Sains Nasional (PSN) bidang Biologi di IPB.
“Alhamdulillah saya lulus lolos seleksi untuk sekolah di Turki. Rencana saya setelah lulus, mungkin bekerja 2–3 tahun di luar negeri lalu pulang ke Indonesia dan melanjutkan S2,” ujarnya.
Proses seleksi kuliah di Turki dijalani secara daring. Ia mendaftar dengan KTP, ijazah, dan nilai rapor. Nilai rata-rata semester 6 Sadam mencapai 93,7 sehingga lolos di pilihan pertama, Software Engineering.
“Di Turki ada dua jalur seleksi, yaitu seleksi per kampus berdasarkan nilai dan seleksi nasional. Saya memilih jalur nilai rapor, soalnya berbeda dengan UTBK, banyak soal geometri ruang bahkan ada model sudoku,” jelasnya.
Jurusan Software Engineering yang dipilih Sadam termasuk baru. Di Indonesia pun baru tersedia di ITB, Telkom University, dan UTS, sementara kampus besar seperti UI dan UGM belum membuka program tersebut.
“Walaupun sekarang coding bisa dikerjakan AI, tapi manusia tetap dibutuhkan untuk jadi engineer yang mengarahkan dan memproses hasilnya,” kata Sadam.
Untuk persiapan, Sadam mempelajari bahasa Turki. Ia sempat belajar tiga bulan di Indonesia dan akan mengikuti program prakuliah setahun penuh sebelum masuk kuliah formal.
“Bahasa Inggris harus dikuasai, tapi bahasa formal di sana Turki. Jadi total masa studi saya lima tahun, satu tahun bahasa dan empat tahun S1,” ujarnya.
Sadam dijadwalkan berangkat 10 Oktober mendatang. Selain bahasa, ia juga menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan budaya dan perbedaan mazhab di Turki.
Untuk tempat tinggal, Sadam akan menetap di asrama Sulaymaniyah. Asrama itu dikenal seperti pesantren dengan program hafalan Quran.
“Saya mungkin ikut sedikit belajar agama, tapi lebih banyak untuk tinggal, makan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru,” ujar Sadam..
Prestasi Sadam mendapat respon positif dari Kepala SMAN 8 Kota Bogor, Supeni. Dia mengaku bangga atas capaian yang ditorehkan oleh salah seorang anak muridnya itu.
Supeni berharap, prestasi yang ditorehkan oleh Sadam dapat memantik api semangat untuk siswa lainnya. Ini dapat membawa nama baik sekolah di kancah internasional.
“Semoga keberhasilan Sadam bisa memotivasi untuk berprestasi di dunia perkuliahan bagi dirinya dan memotivasi adik-adik kelasnya dalam belajar sehingga bisa mencontoh keberhasilan Sadam dan bisa membawa nama baik SMAN 8 kota Bogor.” tukasnya. (DidiS/Ajh)