Delik28 – Satu garis potongan rambut bisa mengubah kesan, bahkan menentukan gaya hidup seseorang. Di balik keterampilan itu, berdiri para barber yang kerap dipandang sebelah mata. Kini, lewat battle potong rambut di Hotel Pangrango, Komunitas Bogor Barber Hood ingin menunjukkan bahwa profesi tukang cukur layak diakui hingga tingkat dunia.
Sekitar 70 barber dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar Rabu (20/8/2025) tersebut. Lomba ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus wadah pencarian bibit barber muda berbakat.
Ketua Bogor Barber Hood, Syaiful Yusuf, menegaskan battle ini bukan sekadar adu keterampilan. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk mencetak regenerasi tukang cukur dan mengangkat profesi barber agar lebih dihargai.
“Gaya rambut bisa membedakan penampilan seseorang. Karena itu, tukang cukur harus dipandang sebagai profesi yang punya keahlian dan layak mendapat pengakuan, bahkan hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.
Dalam perlombaan, para peserta ditantang menirukan potongan rambut yang diperagakan dewan juri. Barber dengan hasil paling mendekati akan ditetapkan sebagai pemenang.
Ajang ini juga tampil berbeda dengan sentuhan kesenian tradisional yang mengiringi jalannya kompetisi. Suasana kian semarak ketika sejumlah peserta memilih gaya unik, termasuk seorang barber yang tampil mengenakan kostum hazmat dan menjadi sorotan penonton.
Melalui acara perdana ini, Komunitas Bogor Barber Hood optimistis dunia barber Indonesia akan semakin diperhitungkan. Regenerasi yang terjaga diyakini mampu melahirkan barber-barber lokal yang siap bersaing secara profesional di tingkat internasional.
Rambut memang bisa tumbuh dan rontok, tetapi karya barber yang mampu mengubah penampilan akan selalu meninggalkan kesan. Dari situlah profesi tukang cukur seharusnya mendapat tempat yang lebih terhormat di mata dunia. (DidiS)