Delik28 – Serangan pesawat tak berawak (drone) skala besar yang dilakukan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dilaporkan menghancurkan atau merusak pesawat pembom nuklir Rusia. Serangan dengan sandi ‘Jaring Laba-laba’ tersebut sukses memporak-porandakan pangkalan udara di Oblast Murmanks Rusia, Ahad (1/6).
Video viral di media sosial menunjukan drone FPV diluncurkan dari truk yang diparkir di dekat Lapangan Udara Militer Rusia, Gubernur Daerah Irkutsk Igor Kobzev mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tanpa awak terhadap unit militer di desa Sredny berasal dari sebuah truk.
Gubernur daerah Murmanks juga ikut mengofirmasi bahwa pesawat tak berawak musuh telah menyerang wilayah Murmanks tetapi ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pada tanggal 1 Juni kementrian pertahan Rusia mengakui dan mengatakan serangan tersebut sebagai serangan teroris terhadap empat pangkalan udara dan mengatakan 2 unit pesawat terbakar.
Dilansir dari laman berita the kyiv independent, Presiden Volodymyr Zelensky dan kepala SBU Vasyl Malyuk secara pribadi mengawasi operasi tersebut, Zelensky menggambarkan operasi tersebut sesuatu yang sangat brilian dan mengatakan bahwa Rusia menderita kerugian yang sangat besar.
Seakan mengejek Zelensky mengatakan sesuatu yang sangat menarik, “Sekarang dapat dinyatakan bahwa kantor operasi kami berada di wilayah Rusia terletak tepat di sebelah markas FSB di salah satu wilayah mereka,” katanya dalam sebuah postingan media sosial.
“Ukraina telah lama berjuang untuk menargetkan pesawat pengebom Rusia ini, sumber mengatakan mereka yang berada dibalik serangan tersebut telah lama berada di Ukraina. Jadi kalau rezim Putin secara demonstratif menahan seseorang, itu akan menjadi pertunjukan panggung lain penonton domestik,” ungkapnya.
Kepala SBU, Malyuk menambahkan: “Serangan kami akan berlangsung selama Rusia terus meneror Ukraina dengan rudal dan pesawat nirawak shahed”.
“Rusia pikir bahwa mereka dapat mengebom Ukraina dan membunuh warga Ukraina tanpa henti tanpa hukuman. Kami akan menanggapi teror Rusia dan menghancurkan musuh dimanapun, di laut, udara dan darat,” ucapnya.
Untuk diketahui, secara total, Ukraina menggunakan 117 pesawat nirawak (drone) dalam operasi tersebut dengan jumlah operator pesawat nirawak yang terlibat sama dengan jumlah pesawat nirawak yang digunakan dan serangan dinyatakan sukses. Untuk menghilangkan jejak serangan, truk pengangkut pesawat pun diledakan hingga hancur berkeping-keping.
(Tan Bagindo)