Delik28 – Bupati Bogor, Rudy Susmanto melakukan rapat koordinasi bersama Wali Kota Dedie Rachim Bogor yang berlangsung di Balaikota Bogor pada Senin (19/5/25). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor dalam berbagai sektor pembangunan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan antara kedua wilayah yang memiliki sejarah dan akar yang sama.
“Tentunya kita bersama-sama. Kita lahir dari wajah yang sama, lalu tumbuh dan berkembang dari sebuah proses pemekaran wilayah. Kita ingin tetap bersinergi, bersama-sama membangun,” ungkap Rudy.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah strategi ke depan, termasuk rencana perjanjian kerja sama lintas wilayah yang akan dituangkan dalam aksi nyata di lapangan.
Rapat ini juga menyoroti selesainya acara Bogor Run yang baru saja digelar. Ajang lari tersebut mendapat respon luar biasa dari masyarakat dan rencana akan ditingkatkan menjadi agenda berskala internasional pada tahun 2026, dengan melibatkan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor.
“Antusias masyarakat luar biasa. Tahun ini skalanya Provinsi Jawa Barat, dan tahun depan kita siapkan menjadi ajang internasional. Tentunya ini memerlukan kolaborasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kota Bogor,” jelasnya.
Rudy Susmanto turut serta memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan menyampaikan penghargaan atas Perayaan hangat dari Wali Kota Bogor serta jajarannya.
“Kami berterima kasih atas sambutannya yang luar biasa. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Walikota Bogor Dedie Rachim mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Bupati Bogor yang dinilai tidak penting dalam hubungan dua wilayah bertetangga tersebut.
“Alhamdulillah MasyaAllah, hari ini kita mencatat sejarah baru. Ini adalah rahmat yang patut kita syukuri bersama,” ujar Dedie.
Dedie menyampaikan bahwa terdapat beberapa isu strategis yang ingin dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Bogor. Isu penting pertama yang langsung dibahas adalah terkait pengelolaan sampah di wilayah Bogor, baik kota maupun kabupaten. Dedie mengungkapkan bahwa Kota Bogor memiliki lahan pengelolaan sampah seluas kurang lebih 37,7 hektare di Kecamatan Cibungbulang, yang telah digunakan selama sekitar 20 tahun.
“Alhamdulillah dari total lahan tersebut, sudah ada sekitar 6 hingga 8 hektare yang dibatalkan penggunaannya, sehingga masih tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara Kota dan Kabupaten Bogor dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kita berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan sampah. Sejarah ini tidak akan pernah terlupakan, dan mudah-mudahnya sinergi antara kota dan kabupaten semakin kuat ke depan,” pungkas Dedie. (Diskominfo)