Delik28 – Sejumlah warga menduga aktivitas pengeboran uap panas bumi oleh Star Energy Geothermal Salak (SEGS) di kaki Gunung Salak menjadi penyebab seringnya gempa di wilayah Bogor.
Hasan, warga Kampung Cianten, Desa Purasari, Leuwiliang, mengatakan getaran gempa hampir selalu terjadi menjelang akhir tahun dengan pola berulang. “Dugaan aktivitas pengeboran perusahaan Star Energy di kaki Gunung Salak. Gejala getaran gempa yang berulang setiap tahun menjelang akhir tahun,” ujarnya, dikutip dari Bogortoday, Senin (22/9/2025).
Meski penyebab pastinya belum jelas, masyarakat kerap menyoroti aktivitas SEGS yang beroperasi di kawasan tersebut. Warga juga menunggu klarifikasi resmi perusahaan terkait dampak aktivitas pengeboran terhadap kejadian gempa bumi.
Menanggapi keresahan tersebut, Humas SEGS, Asrul Maulana, menegaskan bahwa gempa yang terjadi bukan akibat aktivitas pengeboran panas bumi, melainkan kejadian alam. “Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, gempa tersebut merupakan aktivitas tektonik dangkal dan tidak terkait dengan aktivitas vulkanik maupun kegiatan manusia,” jelasnya.
Menurut Asrul, operasi panas bumi di Lapangan Salak berjalan normal dan diawasi secara ketat sesuai standar keselamatan pemerintah. “Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat terdampak dan akan terus berkoordinasi dengan Forkompimcam, BPBD, dan tokoh masyarakat,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang. “Hindari spekulasi yang tidak akurat,” pungkasnya.
Laporan: Dian Pribadi