DElik28 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan tajam. Meski tujuannya mulia untuk mencetak generasi emas Indonesia, pelaksanaannya dinilai jauh dari harapan.
Ketua Umum APKLI-P dr. Ali Mahsun ATMO M. Biomed menegaskan, target besar MBG yang menyasar 82,9 juta anak sekolah dan ibu hamil dengan pagu APBN 2026 mencapai Rp335 triliun harus dikawal serius.
“Kita semua tidak rela program ini tidak maksimal apalagi mengalami kegagalan,” tegasnya saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Faktanya, hingga 8 September 2025 serapan anggaran MBG masih rendah, baru Rp13 triliun atau 18,3 persen dari total Rp71 triliun APBN 2025. Di lapangan, berbagai persoalan muncul: tercatat 5.320 anak mengalami keracunan, lebih dari 5.000 SPPG fiktif ditemukan, serta indikasi penyalahgunaan program.
Ali Mahsun juga menilai MBG justru memunculkan praktik kongkalikong antara pemilik modal, penguasa, dan kroninya. Sementara pelaku UMKM dan PKL yang seharusnya menjadi mitra strategis justru tersisih karena terbentur modal investasi tinggi. Padahal, menurutnya, hal ini bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo yang berpihak pada ekonomi rakyat kecil.
“Untuk itu, kami mendukung penuh Presiden segera melakukan evaluasi total MBG. Kita tidak ingin anggaran Rp335 triliun di APBN 2026 justru menimbulkan masalah baru dan meningkatkan risiko kegagalan program,” imbuh Ali Mahsun yang juga Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI).
Ia merinci, dari anggaran Rp15.000 per anak per hari, hanya sekitar Rp10.000 yang benar-benar dipakai untuk gizi, sementara Rp5.000 terserap ke investor, yayasan, dan biaya transportasi. Menurutnya, jika kantin sekolah, pedagang kuliner sekitar, serta PKL-UMKM dilibatkan, manfaatnya akan lebih besar bagi anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, risiko keracunan dan praktik KKN bisa diminimalisasi, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi rakyat kecil.
“Program ini harus benar-benar kembali ke ruhnya: berpihak kepada rakyat, meningkatkan gizi generasi bangsa, dan menguatkan ekonomi kerakyatan sesuai marwah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya. (Ppri/Red)