DELIK28 – Mengantisipasi potensi tanah longsor saat memasuki musim penghujan, Pemerintah Desa (Pemdes) Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, membangun tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 46 meter dengan tinggi 5 meter di Kampung Kebon Kelapa RT 09/RW 04.
Pembangunan tersebut menggunakan anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Infrastruktur Desa Tahun Anggaran 2026 dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Pekerjaan dimulai pada Selasa (27/10/2026), setelah kegiatan peluncuran program, dengan estimasi waktu pengerjaan selama 40 hari kerja.
Kepala Desa Cimandala, Aditiya Agung, menjelaskan bahwa pembangunan TPT tersebut bertujuan mengantisipasi potensi longsor di sepanjang akses jalan Kampung Kebon Kelapa yang kondisinya dinilai perlu segera mendapat penanganan.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena di sepanjang jalur tersebut terdapat bangunan sekolah dasar (SD). Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah desa, mengingat potensi longsor dapat membahayakan bangunan sekolah maupun keselamatan siswa dan kegiatan belajar mengajar.
“Kita segera membangun TPT untuk mengantisipasi terjadinya longsor di sepanjang akses jalan yang di atasnya terdapat bangunan sekolah. Mengingat bulan ini hujan sudah mulai turun, kita khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan kegiatan belajar siswa. Pekerjaan telah dimulai pagi tadi setelah peluncuran program dan diperkirakan selesai dalam 40 hari kerja,” jelas Aditiya.
Selain pembangunan TPT, Bankeu Akselerasi Infrastruktur Desa juga dialokasikan untuk sejumlah program lainnya, yakni program sarjana desa, BPJS Ketenagakerjaan, pengaspalan jalan, pengecoran jalan, serta pelatihan bagi karang taruna.
Pelaksanaan program tersebut dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap pertama, Pemdes Cimandala memprioritaskan pembangunan TPT, program sarjana desa, dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, pengaspalan jalan, pengecoran jalan, dan pelatihan karang taruna akan dilaksanakan pada tahap kedua.
“Untuk tahap pertama, kita akan membangun TPT, menjalankan program BPJS Ketenagakerjaan, dan program sarjana desa. Adapun pengaspalan, pengecoran jalan, serta pelatihan akan dilaksanakan pada tahap kedua,” lanjutnya.
Aditiya juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor atas dukungan melalui program Bankeu Akselerasi Infrastruktur Desa. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi pemerintah desa dalam mendorong pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap program bantuan keuangan tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak kebutuhan pembangunan di tingkat desa yang dapat direalisasikan.
“Terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah meluncurkan program bantuan keuangan ini bagi masyarakat Kabupaten Bogor pada umumnya, khususnya warga Cimandala. Program ini sangat membantu kemajuan masyarakat desa. Semoga program ini terus berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.
Laporan: AJH