Delik28 — Ketika pergantian tahun kerap dirayakan dengan pesta, kembang api, dan euforia sesaat, Karang Taruna Kecamatan Cijeruk justru memilih jalan sunyi yang lebih bermakna dengan menyantuni 50 anak yatim dari 9 Desa se-kecamatan Cijeruk berlokasi di SDN Cipelang 2, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (31/12/2025).
Pilihan ini menjadi kritik sosial yang halus namun tegas terhadap budaya perayaan akhir tahun yang sering kali mengabaikan nilai empati dan kepedulian. Di Cijeruk, akhir tahun dimaknai bukan sebagai ajang pelampiasan, melainkan sebagai ruang perenungan dan penguatan solidaritas sosial.
Kegiatan sosial tersebut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta tausiah dan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustaz Rahmat Hidayatulloh (UGO). Dalam tausiahnya, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menjadikan momentum akhir tahun sebagai sarana introspeksi diri dan memperbanyak amal kebaikan.
Acara ini dihadiri oleh unsur Kecamatan Cijeruk, pengurus Karang Taruna Kabupaten Bogor yang diwakili Bendahara Umum Sopian Sauri, serta seluruh jajaran pengurus Karang Taruna Kecamatan Cijeruk.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Cijeruk, Nandang Koswara, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang sarat nilai kemanusiaan dan tidak sekadar bersifat simbolik.
“Di tengah kecenderungan masyarakat merayakan akhir tahun dengan euforia, kami ingin mengingatkan bahwa masih banyak anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian. Santunan ini adalah bentuk kepedulian nyata Karang Taruna terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Karang Taruna Kecamatan Cijeruk berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi positif melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kecamatan Cijeruk berharap dapat menjadi contoh bahwa peran pemuda tidak diukur dari seberapa meriah perayaan yang digelar, melainkan dari keberanian mengambil sikap: memilih peduli di saat banyak orang larut dalam hura-hura.
(**)