Delik28 – Pemerintah Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor mendukung program pembuatan 10.000 lubang biopori yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Bukti dukungan Pemdes yaitu dengan membuat lima puluh lubang biopori yang tersebar dibeberapa titik di wilayah Desa Nagrak. Kasi Kesra Desa Nagrak Evan mengatakan, pembuatan lubang biopori diprioritaskan di wilayah yang berpotensi terjadi banjir akibat kelebihan debit air, Jum’at (06/12/2024).
“Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Pemdes Nagrak membuat 50 lubang biopori yang tersebar di beberapa titik wilayah desa yang berpotensi terjadinya banjir akibat kelebihan debit air saat musim penghujan, hal ini dilakukan agar ada resapan air untuk menampung kelebihan debit air saat musim hujan tiba,” ujar Evan.
Menurut evan, pembuatan lubang biopori sangatlah penting agar debit air di daerah rawan banjir dapat terkontrol sehingga mengurangi resiko terjadinya banjir akibat kurangnya resapan air. Pembuatan lubang biopori ini sekaligus bentuk dukungan terhadap program Pemda Kabupetan Bogor dengan adanya program pembuatan 10.000 lubang biopori serentak.
“Pembuatan lubang biopori di Desa Nagrak sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemkab Bogor yaitu pembuatan 10.000 lubang biopori secara serentak, sebagai salah satu upaya mencegah serta mengendalikan terjadinya resiko banjir akibat minimnya resapan air di wilayah desa yang berpotensi terjadi bencana banjir,” lanjutnya.
Senada dengan Evan, Babinsa Nagrak Sertu Iswanto, mendukung upaya Pemdes dalam upaya pengendalian debit air dengan membuat lubang biopori di beberapa titik wilayah desa agar mempunyai resapan air yang baik untuk mengurangi resiko banjir akibat tingginya genangan air dimusim penghujan.
“Sebagai Babinsa, kami mendukung upaya Pemdes membuat lubang biopori sebagai resapan air dalam rangka mengendalikan debit air yang tinggi di wilayah yang rawan atau berpotensi terjadinya banjir akibat tidak adanya resapan air, kami juga menghimbau warga desa agar sama-sama menjaga lingkungan karena dengan kita merawat alam maka alam akan menjaga kita dari resiko terjadinya bencana,” tukasnya. (AJH)