Delik28 — Bupati Bogor mengajak seluruh pelaku usaha hotel dan restoran di Kabupaten Bogor untuk memperkuat sinergi melalui Himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai mitra strategi pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor saat audiensi bersama Pengurus PHRI Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (13/1).
Hadir mendampingi Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah, beserta jajaran kepala perangkat daerah, dan Camat. Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan PHRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan, PHRI memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, khususnya di sektor pariwisata dan jasa. Dengan sinergi yang kuat, setiap kebijakan dan program pemerintah dapat disusun serta dilaksanakan secara proporsional, adil, dan merata.
“Melalui PHRI, kami ingin memastikan bahwa setiap program pemerintah tidak hanya berpihak pada kepentingan tertentu, tetapi benar-benar untuk kesejahteraan bersama. Seluruh pengusaha yang berinvestasi di Kabupaten Bogor harus memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan tata kelola pemerintahan yang adil, terbuka, dan ramah terhadap seluruh pelaku usaha. Kolaborasi dengan PHRI diharapkan mampu memperkuat iklim investasi sekaligus meningkatkan daya saing sektor hotel dan restoran di Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menekankan pentingnya penataan kawasan Puncak sebagai salah satu ikon pariwisata unggulan daerah. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha yang tergabung dalam PHRI, untuk bersama-sama mewujudkan kawasan Puncak yang tertata, ramah, indah, nyaman, dan berdaya saing.
“Penataan kawasan Puncak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan komitmen dan partisipasi aktif seluruh pelaku usaha agar kawasan ini menjadi pariwisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Rudy Susmanto.
Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Juju Junaedi menyampaikan, kehadirannya dalam pertemuan tersebut merupakan tindak dari pembahasan sebelumnya bersama perangkat daerah terkait lebih lanjut, khususnya mengenai penataan reklame di Jalur Puncak. Ia menegaskan, PHRI menyambut baik langkah pemerintah daerah dalam menata kembali wajah kawasan Puncak agar lebih tertib dan berestetika.
“Pada prinsipnya kami mendukung pengaturan ini. Kawasan Puncak yang sebelumnya dikenal sebagai daerah tujuan wisata, diharapkan dapat kembali menjadi destinasi unggulan setelah dilakukan pengaturan secara menyeluruh,” ujar Juju.
Lebih lanjut, Juju menekankan pentingnya kejelasan konsep penataan reklame, mulai dari bentuk, ukuran, model, hingga konstruksi penyangga. Menurutnya, standar yang jelas akan memudahkan PHRI dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada seluruh pelaku usaha hotel dan restoran di kawasan Puncak.
“Apabila penyeragaman reklame akan diterapkan, kami berharap ada pendampingan serta kemudahan dalam proses perizinan, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan pengaturan yang ditetapkan,” tambahnya.
(DISKOMINFO)