Delik28 – Sosialisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, digelar di Aula Kantor Desa Cilebut Timur pada Ahad (17/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional dalam penguatan ekonomi berbasis desa.
Pada sesi pagi yang dimulai pukul 09.00 WIB, sekitar 83 calon anggota koperasi hadir mengikuti kegiatan sosialisasi. Peserta terdiri dari unsur RT dan RW di wilayah Desa Cilebut Timur.
Sementara itu, sesi siang dijadwalkan dimulai pukul 12.00 WIB dengan menghadirkan unsur Posyandu, PKK, Guru Ngaji, DKM, Linmas, Karang Taruna, BUMDes, serta elemen masyarakat lainnya yang juga direncanakan menjadi calon anggota koperasi.
Acara sosialisasi dipandu oleh Ilham selaku pembawa acara dan dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa pembukaan.
Ketua KDMP Cilebut Timur, Adi Supriadi, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin koperasi tersebut. Ia menyatakan akan berupaya maksimal dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan.
Adi juga berharap terjalin sinergi dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak dalam membangun dan mengembangkan KDMP Cilebut Timur agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Menurutnya, KDMP merupakan bagian dari program nasional yang diharapkan dapat mendukung terwujudnya Indonesia Emas melalui penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Sementara itu, Kepala Desa Cilebut Timur yang juga bertindak sebagai pengawas KDMP, Muchtar Kelana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap hadir mengikuti kegiatan meski dilaksanakan pada hari libur.
Dikatakannya, pembentukan KDMP merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto. Ia menjelaskan, berkat kerja sama dengan PT Agrinas dan KONI Kabupaten Bogor, Desa Cilebut Timur menjadi salah satu dari 20 desa di Kabupaten Bogor yang telah memiliki bangunan kantor koperasi.
Muchtar menuturkan, gedung KDMP Cilebut Timur berdiri di atas lahan pinjam pakai seluas 1.000 meter persegi yang merupakan fasilitas sosial (fasos) milik PT Wirakarya Bumi Pertiwi di kawasan Perumahan Bumi Pertiwi, Cilebut Lebak, Desa Cilebut Timur.
Menurut Muchtar, KDMP membutuhkan biaya awal Rp3 milyar, terdiri dari Rp1,6 milyar biaya gedung, Rp900 juta untuk kelengkapan kerja, dan Rp500 juta untuk modal awal yang akan turun dalam bentuk barang dari PT Agrinas.
Dalam kesempatan tersebut, Kades Muchtar menyebutkan simpanan pokok koperasi disepakati sebesar Rp100 ribu per anggota dan simpanan wajib Rp10 ribu per bulan.
Selain membahas koperasi, dalam kesempatan tersebut Muchtar memaparkan sejumlah agenda pembangunan desa, di antaranya rencana pembangunan Dayeuh Pajajaran pada tahun 2027 dengan anggaran Rp200 juta untuk pagar bambu di luar infrastruktur, serta Rp100 juta untuk pengelolaan sampah. Lokasi pembangunan disebut masih dalam tahap analisa.
Sambutan berikutnya dari Satgas Pembangunan KDMP juga Babinsa Cilebut Timur, Dian Prabowo, mengatakan bahwa KDMP Cilebut Timur nantinya akan diresmikan serentak secara nasional. Ia menyebutkan bahwa di Kecamatan Sukaraja, baru Desa Cilebut Timur yang telah memiliki gedung KDMP.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan ketahanan masyarakat desa agar mampu berdiri di atas kaki sendiri. Menurutnya, keberadaan KDMP harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa melalui sektor sembako, perikanan, pertanian, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, termasuk pengembangan pemasaran online dan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Dalam acara yang berakhir menjelang waktu sholat Juhur itu juga dihadiri oleh Ketua dan anggota BPD, Binwil, dan sejumlah pemuka masyarakat lainnya yang menunjukan apresiasinya dengan keterlibatan mereka dalam sesi tanya jawab. (DidiS).