Delik28 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) II menggelar kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Kecamatan Gunung Putri, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Junaidi Samsudin atau yang akrab disapa Junsam, menjelaskan bahwa reses kali ini diikuti oleh tujuh anggota DPRD Dapil II. Sementara itu, tiga anggota lainnya melaksanakan reses secara perorangan.
“Hari ini kami DPRD Kabupaten Bogor Dapil II mengadakan reses di Kecamatan Gunung Putri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Tercatat ada 18 pengusul yang menyampaikan sekitar 42 usulan dari masyarakat,” ujar Junsam.
Ia mengungkapkan, mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat masih berkaitan dengan sektor pendidikan. Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah di wilayah Gunung Putri.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pembangunan ruang kelas baru (RKB), pengadaan mebel sekolah berupa meja dan kursi, pembangunan pagar pengaman sekolah, hingga peningkatan berbagai sarana dan prasarana pendidikan lainnya.
Selain persoalan pendidikan, masyarakat juga mengusulkan relokasi Puskesmas Ciangsana ke kawasan Kota Wisata. Menurut Junsam, usulan tersebut menjadi salah satu prioritas karena kondisi puskesmas saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah relokasi Puskesmas Ciangsana ke rencana lokasi di Kota Wisata. Ini sedang kami perjuangkan karena kondisi puskesmas saat ini memiliki area parkir yang sangat terbatas sehingga kurang mendukung pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Reses tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga berbagai aspirasi yang disampaikan dapat direalisasikan melalui program pembangunan yang tepat sasaran. (Yan/IMU)
Reses Dapil II di Gunung Putri, Junsam: Pembahasan Pendidikan dan Kesehatan Masih Dominan
Delik28 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) II menggelar kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Kecamatan Gunung Putri, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Junaidi Samsudin atau yang akrab disapa Junsam, menjelaskan bahwa reses kali ini diikuti oleh tujuh anggota DPRD Dapil II. Sementara itu, tiga anggota lainnya melaksanakan reses secara perorangan.
“Hari ini kami DPRD Kabupaten Bogor Dapil II mengadakan reses di Kecamatan Gunung Putri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Tercatat ada 18 pengusul yang menyampaikan sekitar 42 usulan dari masyarakat,” ujar Junsam.
Ia mengungkapkan, mayoritas aspirasi yang disampaikan masyarakat masih berkaitan dengan sektor pendidikan. Warga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah di wilayah Gunung Putri.
Beberapa usulan yang disampaikan antara lain pembangunan ruang kelas baru (RKB), pengadaan mebel sekolah berupa meja dan kursi, pembangunan pagar pengaman sekolah, hingga peningkatan berbagai sarana dan prasarana pendidikan lainnya.
Selain persoalan pendidikan, masyarakat juga mengusulkan relokasi Puskesmas Ciangsana ke kawasan Kota Wisata. Menurut Junsam, usulan tersebut menjadi salah satu prioritas karena kondisi puskesmas saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.
“Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah relokasi Puskesmas Ciangsana ke rencana lokasi di Kota Wisata. Ini sedang kami perjuangkan karena kondisi puskesmas saat ini memiliki area parkir yang sangat terbatas sehingga kurang mendukung pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Reses tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga berbagai aspirasi yang disampaikan dapat direalisasikan melalui program pembangunan yang tepat sasaran. (Yan/IMU)