Delik28 | Sydney – Cara unik mempromosikan budaya Indonesia di luar negeri dilakukan oleh seorang siswa kelas VI SDN Pangarakan 02, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Sosok itu adalah Rasya Alteza Ghandi, yang tampil gagah mengenakan pakaian adat Minangkabau di kawasan ikonik Opera House, Sydney, Australia, pada 17 November silam.
Promosi budaya melalui pakaian adat dinilai sebagai cara efektif untuk menyampaikan kekayaan keberagaman dan kearifan lokal Indonesia. Pakaian adat tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga simbol identitas budaya, sejarah, serta nilai-nilai sosial masyarakat suatu daerah.
Rasya tampak percaya diri dan membanggakan saat berjalan di tengah keramaian Kota Sydney. Balutan busana adat Minang berpadu kain songket merah yang mencolok membuatnya menjadi pusat perhatian para pengunjung.
Sebagai atlet pencak silat pelajar asal Indonesia berdarah Minang, Rasya mengaku sengaja mengenakan pakaian adat tersebut sebagai bagian dari misi promosinya di ajang internasional.
“Saya datang ke sini untuk menghadiri kejuaraan pencak silat pelajar tingkat dunia. Setelah selesai lomba, saya langsung mengganti pakaian dengan baju adat Minang. Niat saya adalah menjadikannya sebagai ajang promosi sekaligus sosialisasi bela diri, bela bangsa, bela negara, dan bela budaya Nusantara,” ujar Rasya.
Ayahanda Rasya, Imbris Ghandi, yang turut mendampingi, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata upaya melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional.
“Penampilan Rasya dengan busana adat Minang menjadi cara yang sangat efektif untuk mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Minangkabau. Busana adat Minang memiliki keunikan dan kekayaan desain yang mencerminkan identitas serta nilai-nilai tradisional masyarakatnya,” ungkap Imbris.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keunikan tersebut, katanya, dapat menjadi representasi jati diri bangsa di mata dunia.
“Dengan mempromosikan kain tenun songket ke tingkat internasional, saya berharap dapat semakin memperkuat jati diri Indonesia di kancah global,” pungkasnya. (Baim)