Delik28 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) menggelar kegiatan Bulan Bung Karno (BBK). Mengusung tema “Mengenang, Menginspirasi, Melanjutkan Perjuangan”, rangkaian acara yang dihelat bersama PAC Tamansari yang diketuai Rudi dan PAC Caringin yang diketuai Saepul Mugni didampingi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Andriyansah digelar di dua lokasi yakni di Situ Tamansari dan Caringgin, pada Minggu (14/6/2026).
“Tak ada hari ini tanpa hari kemarin, Tak ada kemerdekaan, tanpa perjuangan pendahulu kita yakni Bung Karno juga para pahlawan lain,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Andriyansah saat membuka kegiatan Senam Sicita dan cek kesehatan pada peringatan BBK di Situ Tamansari, Kabupaten Bogor.
Di depan 100 peserta senam yang didominasi kaum ibu di tepi danau Situ Tamansari, Waket DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor ini menyampaikan kenapa Bulan Juni dikenal dengan sebutan Bulan Bung Karno.
“Hal ini karena pada bulan Juni terdapat beberapa peringatan peristiwa penting yang berkaitan dengan Bung Karno alias Ir. Soekarno, sosok Proklamator sekaligus Presiden RI pertama,” kata Andriyansah.
Alasannya, sambung Andriyansah, karena bulan Juni memuat tiga tanggal penting terkait Soekarno. Menghimpun dari Kemendikbud, mulai dari tanggal kelahiran (6 Juni 1901), tanggal wafat (21 Juni 1970), dan tanggal lahirnya Pancasila (1 Juni 1945) yang digagas oleh Soekarno.
“Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, untuk memperingati lahirnya Pancasila yang digagas oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. Lima sila usulan Bung Karno itu yang kini menjadi pedoman sekaligus dasar negara Indonesia,” tukasnya.
Ia pun menyampaikan sejarahnya, sidang BPUPKI diselenggarakan pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 dalam rangka merumuskan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang itu, sejumlah tokoh menyampaikan usulan terkait rumusan dasar negara (Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno).
Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan usulannya yang terdiri dari lima sila yang memuat sila satu sampai lima, yaitu dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan merupakan hari libur nasional termuat dalam Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 24 Tahun 2016. Dan, menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan Tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional,” ucapnya.
Tanggal 6 Juni, sebutnya, merupakan hari kelahiran Soekarno dari pasangan Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai ini lahir di Kampung Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.
“Dan, tanggal 21 Juni memperingati wafatnya Soekarno, yakni pada 21 Juni 1970. Bung Karno meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 21 Juni 1970, dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Semasa hidupnya, Ir. Soekarno menjabat sebagai Presiden RI selama 17 Agustus 1950 sampai 12 Maret 1967,” ujarnya.
Pada hari yang sama, di tempat dan waktu berbeda di Caringin, Kabupaten Bogor, juga dilakukan peringatan BBK dengan kegiatan santunan kepada puluhan anak yatim dan diskusi serta nonton bareng tayangan dokumen sejarah Bung Karno.
Dihadiri sekitar sekitar 100 orang kader PDI Perjuangan dan warga setempat, Andriyansah menyampaikan ajaran Bung Karno. Beberapa materi yang dibahas yakni tentang Pancasila yang digali dari bumi Nusantara, juga sebagai pilar gotong royong serta intisari untuk merekatkan keberagaman bangsa dalam bernegara.
“Trisakti juga merupakan ajaran Bung Karno. Trisakti itu tiga prinsip utama kemandirian nasional yang mencakup berdaulat di bidang politik yakni bebas dari campur tangan asing,” tutur Andriyansah.
Kemudian, berdikari di bidang ekonomi yakni nandiri dan tidak bergantung pada imperialisme/kapitalisme dan berkepribadian dalam kebudayaan yakni menjaga akar budaya dan identitas bangsa.
“Ajaran Bung Karno lainnya yakni Marhaenisme. Tentang ideologi kerakyatan yang bertujuan untuk membebaskan rakyat kecil (kaum marhaen) dari penindasan sistem kapitalisme dan kolonialisme,” tukasnya. Beberapa film tentang Bung Karno yang diputar diantaranya yakni tentang kisah sejarah Presiden RI ke-1 menggali Pancasila, Bung Karno dan Marhaen hingga perjalanan perjuangan Soekarno. (Nesto)