Delik28 – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, menilai tindakan Israel di kawasan Timur Tengah telah melampaui batas dan berpotensi menjadi ancaman bagi keamanan negaranya.
Dalam pernyataannya, Erdogan menyebut serangan yang dilakukan Israel terhadap Suriah dan Lebanon tidak lagi sekadar persoalan regional, melainkan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan negara-negara di sekitarnya, termasuk Turki.
“Rezim Israel telah melampaui semua batasan dan menjadi ancaman bagi seluruh dunia. Serangan terhadap Suriah dan Lebanon kini juga menjadi ancaman bagi Turki,” ujar Erdogan sebagaimana dikutip sejumlah media internasional.
Presiden Turki tersebut menegaskan bahwa Ankara tidak dapat mengabaikan perkembangan yang terjadi di Suriah dan Lebanon. Menurutnya, kedua negara memiliki posisi strategis yang penting bagi keamanan nasional Turki.
Erdogan juga memperingatkan bahwa apabila konflik dan eskalasi ketegangan di kawasan terus berlanjut, dampaknya dapat dirasakan tidak hanya oleh negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga masyarakat internasional secara lebih luas.
“Jika aksi Israel tidak dihentikan, seluruh kawasan dan dunia akan menanggung akibatnya,” katanya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Israel dinilai tidak menginginkan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dalam bentuk yang sedang dinegosiasikan saat ini.
Menurut Fidan, dari sudut pandang Israel, kesepakatan tersebut dianggap tidak sejalan dengan kepentingan strategisnya. Karena itu, Israel disebut berupaya menghambat proses perundingan yang sedang berlangsung.
Pernyataan para pejabat Turki tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa bulan terakhir terus menjadi perhatian dunia internasional. Hingga kini, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Israel terkait pernyataan tersebut.
Penulis: Tan Bagindo / Irna