Delik28 – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai kegiatan Haflah Akhirussanah atau pelepasan siswa PAUD Mentari Rumah Belajar Sakinah Angkatan IV Tahun Ajaran 2025-2026 yang mengusung tema “Parade Tahfidzul Qur’an”. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Belajar Sakinah, Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Selasa (30/6/2026), mulai pukul 08.00 WIB dan dijeda menjelang Salat Zuhur untuk dilanjutkan setelah waktu dzuhur.
Sebanyak 28 siswa mengikuti prosesi kelulusan, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Sementara itu, jumlah keseluruhan peserta didik pada tahun ajaran 2025-2026 mencapai 63 siswa.

Kepala PAUD Mentari Rumah Belajar Sakinah, Linawati, mengatakan minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut terus meningkat. Untuk tahun ajaran 2026-2027, pihaknya telah menerima sekitar 50 calon peserta didik baru sehingga diperkirakan akan membuka dua kelas A. Jika digabungkan dengan siswa yang melanjutkan pendidikan, jumlah rombongan belajar diperkirakan tetap tiga kelas seperti tahun sebelumnya.
Menurut Linawati, keberadaan Rumah Belajar Sakinah tidak hanya memberikan akses pendidikan usia dini, tetapi juga membangun keterlibatan keluarga dalam proses belajar. Satu syarat bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di tempat tersebut adalah bersedia mengikuti kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan yayasan.

“Alhamdulillah, Rumah Belajar Sakinah sangat membantu masyarakat, terutama keluarga yang kondisi ekonominya kurang mampu. Namun kami terbuka untuk siapa saja. Syaratnya satu, orang tua juga harus bersedia ikut belajar. Kami mewajibkan ayah dan ibu, meskipun dalam praktiknya lebih banyak ibu yang dapat mengikuti kegiatan tersebut,” ujar Linawati disela acara.
Program pembelajaran bagi orang tua dilaksanakan secara rutin di masjid. Setiap Senin dan Kamis diisi dengan pembelajaran Al-Qur’an, sedangkan setiap Rabu diadakan majelis taklim yang berisi tausiah dan pembinaan keagamaan. Kegiatan tersebut umumnya dibimbing oleh pembina yayasan, H. Indra Agus Darussman dan Melantika Utami, serta sesekali menghadirkan penceramah dari luar.
Di balik kegiatan pendidikan tersebut, terdapat fakta menarik yang menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sejak berdiri sekitar lima tahun lalu, Rumah Belajar Sakinah tidak memungut biaya pendidikan kepada peserta didik. Seluruh kebutuhan operasional sekolah, termasuk honor tenaga pendidik, disebut dibiayai oleh donatur dari keluarga H. Indra Agus Darussman dan Melantika Utami.
Ketua RW setempat, Ahmad Sejahtera, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hingga kini masyarakat sama sekali tidak dibebani biaya pendidikan di Rumah Belajar Sakinah.
“Sejak berdiri, sekolah ini gratis. Biaya operasional kegiatan belajar mengajar dan honor guru seluruhnua ditanggung oleh keluarga Pak Indra dan Bu Antik. Kami sebagai warga tentu merasa bangga karena kepedulian sosial mereka tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, kepedulian keluarga tersebut dinilai konsisten, terutama dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan Desa Parakan.
Model pendidikan yang menggabungkan pembelajaran anak, pembinaan orang tua, serta dukungan pembiayaan dari donatur tersebut menjadi konsep yang relatif jarang ditemui. Selain memberikan layanan pendidikan tanpa biaya, Rumah Belajar Sakinah juga berupaya membangun lingkungan belajar berbasis keluarga dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
Mengusung slogan “Membangun Peradaban Mulia Melalui Program Membaca untuk Negeri”, Rumah Belajar Sakinah berharap dapat terus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter masyarakat di Kabupaten Bogor. (DidiS)