Delik28 — Suasana Masjid Nurul Iman di Kampung Setu 2, Desa Setu Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tampak lebih hidup selama bulan Ramadhan tahun ini. Puluhan anak-anak dan remaja terlihat antusias mengikuti kegiatan pesantren kilat (Sanlat) yang digelar mahasiswa bersama pemuda setempat.
Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, sejak 2 hingga 9 Maret 2026 tersebut menjadi ruang pembelajaran keagamaan sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda di lingkungan sekitar.
Setiap harinya para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pembelajaran membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar-dasar agama, hingga pembinaan akhlak. Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas yang membangun kebersamaan dan menumbuhkan semangat belajar agama di kalangan anak-anak.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta serta dukungan warga yang ikut membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. Bagi warga, pesantren kilat ini bukan hanya kegiatan Ramadhan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama membangun lingkungan yang religius dan positif.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Ikbal, mengatakan bahwa pesantren kilat di Masjid Nurul Iman telah menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun.
“Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-6. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus berperan dalam membina dan menjaga generasi muda di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ikbal, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan kebersamaan sejak dini kepada para peserta.
Ia berharap kegiatan pesantren kilat ini dapat terus berjalan dan berkembang dengan dukungan berbagai pihak, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta peduli terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan pemuda setempat menunjukkan bahwa peran generasi muda tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan sebagai bekal masa depan bangsa. (Red)